Pemerintah Relokasi 193 Pedagang Ikan di Pasar Kramat Jati Jakarta Timur

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Kota Jakarta Timur merencanakan relokasi sebanyak 193 pedagang ikan dan kerang yang selama ini berjualan di bahu jalan sekitar Pasar Kramat Jati ke Lokasi Binaan (Lokbin) Kramat Jati. Relokasi ini sebagai bagian dari penataan pasar menyusul kecelakaan yang menewaskan seorang pelajar pada 17 Agustus 2026. Dari total 613 pedagang kaki lima (PKL) yang akan ditata, 193 pedagang ikan akan ditempatkan di Lokbin Kramat Jati, sementara 282 pedagang lainnya akan menempati area di dalam Pasar Kramat Jati dan sisanya di dua lokasi sementara di Cililitan dan Ciracas, menurut Kepala Divisi Operasional Pasar Wilayah II Perumda Pasar Jaya Yohanes Daramonsidi. Yohanes mengatakan, penempatan pedagang ikan di Lokbin merupakan hasil rapat Pemerintah Kota Jakarta Timur bersama pihak terkait sebagai tindak lanjut instruksi Gubernur DKI Jakarta yang menginginkan pedagang di luar pasar dipindahkan ke dalam untuk mengurangi gangguan lalu lintas.

Arfa’i, pedagang kerang yang telah berjualan di Pasar Ikan Kramat Jati selama sekitar 10 tahun, menyatakan siap mengikuti kebijakan tersebut selama penataan dilakukan dengan perhitungan yang baik.

"Ya ngikut aja, pasti itu yang terbaik buat semua," ujar Arfa’i saat ditemui di Pasar Ikan Kramat Jati. Meski begitu, Arfa’i mengaku khawatir perubahan lokasi berdagang dapat membuat pelanggannya kesulitan menemukan lapaknya dan memilih berbelanja di tempat lain.

"Paling takut pembeli jadi berkurang atau bingung nyari lapak kita yang baru," katanya. Sarifah, pedagang ikan berusia 80 tahun yang telah berjualan selama sekitar 30 tahun, juga menyatakan kekhawatiran serupa terkait pelanggan yang biasa membeli di pinggir jalan.

"Takut langganan pada nyasar, soalnya pada biasa melipir ke pinggir jalan tinggal beli ikan," ujar Sarifah. Dia berharap penataan pasar tidak hanya memindahkan pedagang, tetapi juga memperbaiki kondisi pasar agar lebih nyaman bagi pembeli dan pedagang. Iis, pedagang muda yang meneruskan usaha keluarga, menekankan pentingnya lokasi berjualan dan akses yang mudah bagi pembeli agar pedagang tetap bisa berjualan dengan nyaman setelah penataan.

"Yang penting tata letaknya dan akses pembeli ke dalam dipermudah, supaya pedagang tetap bisa berjualan dengan nyaman," ujar Iis.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed