Pramono Anung Gratiskan Retribusi Pedagang Pasar Kramat Jati

Smallest Font
Largest Font

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membebaskan biaya retribusi bagi ratusan pedagang yang direlokasi di kawasan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Selasa (1/9/2026). Kebijakan pembebasan tarif sewa tersebut bakal berlaku selama enam bulan pertama masa penataan kawasan.

Pemprov DKI Jakarta mencatat skema relokasi ini mencakup 614 hingga 640 pedagang untuk mengembalikan fungsi jalan dan ruang publik. Sebanyak 331 pedagang ditempatkan di Pasar Kramat Jati Sektor 7, 193 pedagang ikan di Lokasi Binaan (Lokbin) Kramat Jati, 45 pedagang kue di Lokbin Cililitan, serta 45 pedagang lainnya ke pasar kelolaan Perumda Pasar Jaya.

Sebelumnya, penataan Lokbin Kramat Jati di Jalan Raya Bogor telah mencapai 85 persen pada Senin (31/8/2026). Sekitar 100 personel gabungan dikerahkan untuk membersihkan 12 meter kubik sampah, membenahi trotoar, hingga memasang fasilitas penerangan untuk menunjang aktivitas pedagang malam hari.

Pramono menjelaskan bahwa besaran iuran yang digratiskan tersebut bernilai Rp180 ribu per bulan untuk tiap unit lapak pedagang.

"Per bulannya Rp 180.000. Rp 180.000 per bulan atau Rp 6.000 per hari. Itu yang digratiskan selama 6 bulan," kata Pramono saat meninjau Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (1/9/2026).

Proses pembenahan kawasan ini dinilai membutuhkan pendekatan khusus mengingat riwayat aktivitas perdagangan di lokasi tersebut sudah mengakar sejak puluhan tahun silam.

"Pembenahan ini terus terang tidak gampang karena ini sudah berlangsung lebih dari 50 tahun, sejak awal tahun '70-an," ujarnya.

Pramono berharap kolaborasi antara pemerintah, warga, dan tokoh masyarakat setempat dapat menyelesaikan penataan ruang publik tanpa mematikan sumber pendapatan warga.

"Mudah-mudahan dengan kerja sama ini membuat hal yang mungkin dulu tidak pernah terbayangkan bisa diselesaikan, dapat diselesaikan dengan baik," katanya.

Selain pembebasan retribusi, Pemprov DKI berencana membentuk wadah koperasi bagi pedagang ikan agar bisa menjadi pemasok bahan pangan ke fasilitas kesehatan daerah.

"Koperasi inilah yang kemudian akan menyuplai beberapa rumah sakit-rumah sakit yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta, karena pasti di sini ikannya segar dan ikannya juga murah," ujarnya.

Penataan kawasan Kramat Jati dipastikan tetap memprioritaskan keberlangsungan usaha para pedagang kaki lima di lokasi yang baru.

"Selain memberikan ruang untuk para pedagang bisa mencari nafkah sekaligus mengembalikan fungsi jalan dan ruang publik," tuturnya.

Di sisi lain, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin memastikan persiapan infrastruktur penampungan pedagang di Lokbin Kramat Jati telah memasuki tahap akhir.

"Penataan sudah mencapai 85 persen. Sekarang tinggal finishing, pemasangan lampu-lampu dan perbaikan pintu toilet. Untuk lainnya sudah siap semuanya," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Jakarta, Senin.

Kawasan tersebut disiapkan secara khusus untuk menampung para pedagang hasil laut yang sebelumnya memadati area trotoar jalan.

"Lokbin ini untuk menampung 193 pedagang ikan dan sejenisnya yang sebelumnya berjualan di trotoar depan Pasar Kramat Jati," ujar Munjirin.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Timur Andi Ahmad Refi menambahkan bahwa pengerjaan fisik dan pembersihan lingkungan telah dilangsungkan secara lintas sektor sejak pekan terakhir Agustus 2026.

"Penataan kemarin meliputi pendataan pedagang, pengosongan kios, pembersihan sampah, penataan trotoar, penyemprotan area, pembersihan saluran, pengangkutan sampah, pengecatan railing median jalan, serta pembuatan trotoar baru," jelas Refi.

Guna menjaga ketertiban umum dan kelancaran lalu lintas selama pembenahan, pengerjaan di lapangan turut melibatkan pengerahan petugas dari Satpol PP dan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur.

"Tercatat volume sampah yang berhasil dibersihkan sekitar 12 meter kubik atau sekitar 4–5 ton," ujar Refi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed