Pemprov DKI Gagal Lakukan Modifikasi Cuaca Terkait Polusi Udara
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadapi kendala dalam menerapkan teknologi modifikasi cuaca untuk menekan tingginya tingkat polusi udara menjelang peringatan HUT RI Ke-81, akibat ketiadaan awan potensial pencetus hujan di wilayah ibu kota. Kondisi kekeringan dan kualitas udara yang buruk tersebut dipicu oleh absennya presipitasi dalam rentang waktu yang cukup lama di wilayah Jakarta, sebagaimana dilansir dari Detik Health pada Minggu (16/8/2026). "Karena kita memang sudah hampir tiga minggu tidak pernah ada hujan," kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, ditemui di Car Free Day, Jakarta Selatan, Minggu (16/8/2026).
Pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah teknis guna memicu hujan buatan, namun faktor alam membatasi keberhasilan operasi rekayasa cuaca tersebut.
"Dan pemerintah DKI Jakarta sebenarnya sudah berulang kali mencoba untuk melakukan modifikasi cuaca, tapi kami mohon maaf karena awannya tidak ada, sehingga hujannya juga belum bisa dilakukan," lanjutnya. Guna mengantisipasi perubahan iklim teknis berikutnya, koordinasi intensif terus digalangkan bersama instansi terkait untuk memantau keberadaan awan potensial.
Pramono mengatakan telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk tetap melakukan modifikasi cuaca begitu awan sudah muncul. Fenomena cuaca kering ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam rentang waktu beberapa pekan ke depan berdasarkan analisis meteorologi.
"Dan sebagai informasi, El Nino ini ataupun kering dan juga akan panjang, diperkirakan akan sampai dengan akhir bulan September," kata Pramono mewanti-wanti.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow