Pengamat Sebut Penguntitan Eks Jampidsus Ungkap Celah Kontra Intelijen
Insiden penguntitan dan penggeledahan aset mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah mengungkap adanya celah keamanan serta kelemahan analisis pada sistem kontra-intelijen Kejaksaan Agung. Evaluasi mendalam terhadap penanganan perkara hukum berprofil tinggi kini dinilai sangat mendesak. Pengamat intelijen Khairul Zaki menyoroti risiko tinggi yang membayangi para penegak hukum saat mengusut kasus-kasus sensitif.
Menurut Zaki, tumpang tindih kepentingan maupun gerakan terselubung antar-aparat dapat mengancam keselamatan personel di lapangan. "Persaingan atau gesekan antar-instansi dalam menangani kasus berprofil tinggi adalah realitas pahit di lapangan. Jika Jamintel gagal membaca manuver atau pergerakan instansi lain di sekitarnya, maka koordinasi strategis antar-lembaga penegak hukum kita sedang berada dalam lampu kuning," ujar Zaki.
Penanganan perkara korupsi dalam skala besar berpotensi mendatangkan serangan balik maupun metode penekanan hukum dari pihak-pihak yang kepentingannya terganggu. Zaki menegaskan bahaya laten tersebut memerlukan kewaspadaan ekstra dari jajaran intelijen kejaksaan.
"Persaingan atau gesekan antar-instansi dalam menangani kasus berprofil tinggi adalah realitas pahit di lapangan. Jika Jamintel gagal membaca manuver atau pergerakan instansi lain di sekitarnya, maka koordinasi strategis antar-lembaga penegak hukum kita sedang berada dalam lampu kuning," ujar Zaki. Sektor pengamanan internal dan penguatan analisis intelijen strategis di tubuh Kejaksaan Agung harus segera diperbaiki secara menyeluruh. Langkah tersebut dinilai krusial guna menjaga independensi sekaligus menjamin keselamatan para penegak hukum yang sedang menjalankan tugas negara.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow