Warga Lombok Timur Tolak Kedatangan Agam Rinjani dan Panji Petualang
Masyarakat bersama Gerakan Advokasi Nusantara (GANAS) Kabupaten Lombok Timur secara terbuka menyuarakan penolakan keras terhadap rencana kedatangan kreator konten Agam Rinjani dan Panji Petualang ke wilayah Gunung Rinjani.
Gelombang protes ini memicu respons dari berbagai pihak karena adanya dugaan eksploitasi isu kemanusiaan dan lingkungan demi kepentingan popularitas komersial secara sepihak.
Perwakilan GANAS Lombok Timur, Royall Sembahulun, menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap rencana pembuatan liputan khusus untuk memperingati satu tahun evakuasi pendaki asal Prancis bernama Juliana.
pihaknya mendeteksi adanya upaya penggiringan narasi tunggal yang mengarah pada pengakuan sepihak atas aksi penyelamatan dramatis tersebut.
"Tentunya kami kecewa. Tiba-tiba setahun menghilang, dan sekarang ingin datang untuk memamerkan dirinya. Bahwa orang yang paling berjasa di dalam penyelamatan Juliana," ujar Royall Sembahulun, Perwakilan GANAS Lombok Timur.
GANAS Lombok Timur menegaskan bahwa operasi evakuasi di medan ekstrem tersebut merupakan hasil kerja keras bersama dari sedikitnya tujuh orang relawan lokal yang bertaruh nyawa.
Klaim sepihak dinilai mencederai rasa keadilan komunitas setempat yang ikut berjuang dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Musisi lokal sekaligus basis grup musik Amtenar, Igor, turut memberikan sindiran satire melalui akun media sosialnya terkait kegaduhan konflik narasi ini pada Sabtu, 20 Juni 2026.
"Aku sih enggak nolak, senang banget malah, semakin banyak orang yang konsen sama Rinjani. Cuma mau tanya saja, belum cukupkah? Masih kurang? Apa enggak sekalian bikin film Rambo 6 atau Cliffhanger 2 gitu?" ujar Igor, Musisi Amtenar.
Igor menilai para pembuat konten seharusnya mengangkat kebudayaan lokal Sasak Lombok daripada terus memproduksi materi yang memicu kontroversi di tengah masyarakat.
Ia mengusulkan ide jenaka berupa pembuatan film menggunakan kombinasi bahasa daerah untuk menyentil pihak-pihak yang merasa paling berjasa.
"Daripada bikin begituan yang kontroversi mending bikin film bertema sasak lombok, nanti judulnya 'Aku pokok mesak ku paling tabah (pokoknya saya yang paling berani, red). Paling lelah. Paling berjase sedunie atas langit bawah tanah (paling berjasa di dunia di atas langit dan bawah tanah, red). Tidak boleh ngomong lagi'," lanjut Igor, Musisi Amtenar.
Melalui unggahan di media sosial pada Minggu, 21 Juni 2026, Igor menyarankan agar ide judul bernada jenaka tersebut segera diproduksi oleh pihak terkait.
"Bagus kan judulnya? Bikin gih. Buruan," kata Igor, Musisi Amtenar.
Di sisi lain, respons berbeda ditunjukkan oleh kedua kreator konten yang mengunggah video bersama tersebut dalam menghadapi protes publik NTB.
Panji Petualang memilih langsung mengambil langkah aktif merilis pernyataan maaf terbuka kepada masyarakat Lombok dan mengakui adanya kekeliruan informasi melalui media sosial Instagram pada Minggu, 21 Juni 2026.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan siap mengevaluasi setiap konten. Agar tidak lagi menyinggung warga lokal," ujar Panji Petualang, Kreator Konten.
Berbeda dengan rekannya, Agam Rinjani memilih tetap bungkam dan menjauh dari sorotan publik di tengah meluasnya penolakan dari masyarakat lingkar Rinjani.
Dilansir dari ntbsatu.com, upaya konfirmasi berulang kali yang dilayangkan melalui saluran komunikasi resmi maupun media sosial pribadi Agam Rinjani belum mendapatkan respons sama sekali.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow