Warga Lombok Timur Temukan Oarfish Mati Sepanjang Empat Meter
Warga Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dihebohkan oleh penemuan seekor ikan oarfish mati sepanjang empat meter yang terdampar di Pantai Pink, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Ukuran tubuh bangkai hewan laut tersebut sangat besar hingga membutuhkan lebih dari dua orang untuk menopangnya. Fenomena penemuan ini mendadak ramai diperbincangkan publik setelah unggahan video milik akun Facebook @Baiq Kolby merebak di media sosial, di mana beberapa pihak mengaitkannya dengan pertanda musibah.
Oarfish merupakan jenis ikan pelagis dari famili Regalecidae yang hidup di perairan beriklim sedang hingga tropis pada kedalaman sekitar 1.000 meter. Ikan bertekstur lembut ini dapat tumbuh hingga panjang 11 meter dan bertahan hidup dengan memakan plankton menggunakan insang penyapu.
Spesies ini kerap dijuluki sebagai ikan kiamat atau pertanda bencana karena terikat legenda Jepang abad ke-17. Mitos tersebut menganggap kemunculan ryugu no tsukai atau utusan dari istana dewa laut di perairan dangkal sebagai sinyal akan datangnya gempa bumi.
Peneliti zoologi Universitas London South Bank, Rachel Grant, menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat mengenai hubungan antara fenomena munculnya oarfish dan bencana alam tidak memiliki dasar ilmiah.
"Saya pikir itu karena (gempa bumi) adalah peristiwa yang tidak dapat diprediksi. Dan orang-orang ingin merasa bahwa mereka memiliki kendali atas peristiwa itu," kata Grant.
Hasil penelitian dari Universitas Tokai dan Universitas Negeri Louisiana juga mengonfirmasi hal senada. Peneliti menyatakan bahwa peristiwa terdamparnya ikan laut dalam tersebut murni terjadi secara kebetulan tanpa keterkaitan terhadap aktivitas seismik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow