Pemerintah Menyalurkan Sejumlah Bantuan Sosial Menjelang Iduladha 2026

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah melalui Kementerian Sosial dan lembaga terkait mulai mempercepat penyaluran berbagai program bantuan sosial reguler serta tambahan komplementer kepada Keluarga Penerima Manfaat menjelang Hari Raya Iduladha pada pertengahan Mei 2026.

Target nasional pendistribusian dana tahap kedua ini dilaporkan telah mencapai 70 persen per 19 Mei 2026 untuk seluruh komoditas bantuan reguler. Penyaluran dana tersebut dilakukan secara bertahap memanfaatkan jaringan Bank Himbara yang meliputi BNI, BRI, Mandiri, dan BTN, serta melalui PT Pos Indonesia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan penjelasan mengenai dinamika data masyarakat yang berhak menerima bantuan dari pemerintah pada periode triwulan kedua ini.

"Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa dinamika data penerima selalu bergerak di setiap triwulan demi mengakomodasi masyarakat yang sebelumnya belum terakomodasi, walau sebagian besar struktur KPM reguler lama tetap dipertahankan."

Perubahan data sosial ekonomi ini merujuk pada hasil pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional Volume 2 oleh BPS yang mencatat adanya 470.000 penerima baru untuk Program Keluarga Harapan.

Salah satu program utama yang dicairkan sejak 18 Mei 2026 adalah Bantuan Pangan Non-Tunai tahap kedua untuk alokasi bulan April, Mei, dan Juni dengan nilai total Rp600.000 per penerima. Berdasarkan data operasional Kemensos, bantuan ini kini difokuskan bagi masyarakat yang masuk dalam kategori ekonomi desil 1 hingga desil 4.

Kementerian Sosial memberikan peringatan tegas bahwa dana bantuan yang sudah masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera wajib ditarik atau dibelanjakan di e-Warong dalam waktu maksimal 30 hari agar tidak hangus dan ditarik kembali ke kas negara. Perubahan status data pada sistem SIKS-NG dari yang semula gagal menjadi berhasil cek rekening juga membuat penyaluran semakin lancar.

Selain BPNT dan PKH, pemerintah mengalirkan dana Program Indonesia Pintar termin kedua yang menyasar siswa usia 6 hingga 21 tahun dari keluarga prasejahtera dengan nominal bervariasi sesuai jenjang pendidikan dari SD hingga SMA. Bansos Atensi Yatim Piatu tahap kedua senilai Rp600.000 serta bansos bonus Iduladha berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter lewat Perum Bulog turut didistribusikan hingga akhir Mei 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed