7 Negara Asia Tersingkir di Piala Dunia 2026, Pengamat Soroti Tiga Faktor Utama Kegagalan

Smallest Font
Largest Font

Sembilan negara menjadi wakil Asia di Piala Dunia 2026, namun hanya Jepang dan Australia yang berhasil melangkah ke babak 32 Besar. Tujuh kontestan lainnya harus rontok di fase grup.

Tujuh tim yang gugur adalah Uzbekistan, Jordania, Arab Saudi, Qatar, Irak, Korea Selatan, dan Iran. Korea Selatan dan Iran sempat berpeluang lolos sebelum akhirnya terlempar dari daftar delapan peringkat ketiga terbaik.

Pengamat sepak bola, Raja Isa Raja Akram Syah menganalisa ada tiga aspek utama penyebab kegagalan tersebut. Faktor yang disorot meliputi kelemahan karakter, kualitas pemain, dan kualitas tim analis yang dimiliki masing-masing tim.

"Sistem turnamen selalu sulit bagi para peserta. Termasuk Piala Dunia 2026 ini. Tiap tim harus punya karakter kuat, kualitas pemain bagus, dan tim analis mumpuni. Wakil AFC hanya beberapa negara yang memiliki tiga aspek itu," katanya.

Analisis Kekuatan Materi dan Karakter Tim

Raja Isa menunjuk Korea Selatan dan Jepang memiliki karakter yang kuat. Namun, materi pemain Korea Selatan dinilai tidak cukup bersaing di Grup A, sedangkan persiapan Jepang dianggap nyaris sempurna.

Berikut adalah perbandingan status kelolosan tim-tim Asia di fase grup Piala Dunia 2026 berdasarkan analisis performa mereka:

Negara Wakil Asia Status Kelolosan Catatan Analisis
Jepang Lolos 32 Besar Karakter kuat dan materi pemain nyaris sempurna
Australia Lolos 32 Besar Tim analis pandai merancang taktik
Korea Selatan Gugur Materi pemain kurang bersaing di Grup A
Uzbekistan Gugur Kualitas tidak nampak, kesalahan ganti pelatih
Jordania Gugur Kualitas permainan tidak keluar di putaran final
Irak, Arab Saudi, Qatar, Iran Gugur Gagal menjaga konsistensi permainan

"Pelatih lokal mampu menjaga karakter khas Korsel dan Jepang. Australia tak punya karakter khusus, tapi mereka punya tim analis yang pandai merancang taktik," jelasnya.

Raja Isa menilai mayoritas tim Asia tampil menggebu-gebu pada pertandingan pertama. Namun, performa mereka justru mengalami penurunan di dua pertandingan berikutnya akibat masalah fisik dan mental.

"Di sistem turnamen, pelatih dan stafnya harus pintar menjaga fisik dan mental pemain siap melawan tim manapun. Tapi saya lihat kebanyakan tim Asia sangat semangat di awal, tapi performa mereka merosot di pertandingan berikutnya," ucapnya.

Faktor Performa Tim Debutan

Raja Isa tidak menyalahkan spirit pemain Korea Selatan yang sukses mengalahkan Ceko 2-1 di partai pembuka. Namun, kesalahan taktik di laga berikutnya membuat mereka gagal melangkah lebih jauh.

"Misi Korsel sudah benar. Mereka harus dapat poin di pertandingan pertama. Tapi sayang setelah menang atas Ceko, mereka merasa langkah berikutnya makin mudah. Tapi mereka lupa harus melawan tuan rumah Meksiko. Korsel juga masih ngotot ingin mengalahkan Afrika Selatan. Padahal seri saja sudah cukup untuk ke babak 32 Besar," paparnya.

Mantan pelatih PSM dan Persipura itu juga menyoroti performa Yordania dan Uzbekistan. Sebagai debutan Piala Dunia 2026, kedua tim ini dinilai tidak menunjukkan permainan terbaiknya.

"Jordania dan Uzbekistan sangat meyakinkan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Tapi di Piala Dunia 2026, kualitas mereka tak nampak. Terutama Uzbekistan. Saya nilai pergantian pelatih dari Timur Kapadze ke Fabio Cannavaro kesalahan fatal Federasi Uzbekistan. Sehingga karakter tim tak nampak," tuturnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed