Penyebab Rumah Tetap Berdebu dan Cara Tepat Membersihkannya
Kondisi rumah yang kembali kotor padahal baru saja dibersihkan kerap memicu kejengkelan. Masalah debu yang selalu muncul ini sering kali dipicu oleh teknik pembersihan yang keliru serta penggunaan peralatan yang kurang sesuai.
Sebagaimana dilansir dari Detikcom, terdapat sejumlah kekeliruan umum saat membersihkan hunian yang justru membuat debu terus menumpuk dan menyebar ke berbagai sudut ruangan.
Proses menyeka debu idealnya dimulai dari area paling tinggi menuju ke area bawah. Kebiasaan menyapu dari bagian bawah terlebih dahulu menyebabkan kotoran dari atas jatuh dan mengotori kembali permukaan yang telah bersih.
Urutan penggunaan alat juga memegang peranan penting dalam menjaga kebersihan ruangan. Penghuni disarankan menyapu atau menyeka debu sebelum mengoperasikan mesin penyedot debu agar seluruh partikel terangkat sempurna. Tangki penampung pada mesin penyedot debu wajib dikosongkan secara berkala untuk mencegah kotoran terhempas kembali ke perabotan.
Pemilihan Lap dan Area Tersembunyi
Penggunaan kain lap kering kurang efektif dalam mengikat partikel halus jika dibandingkan dengan kain yang sedikit basah. Kain yang agak lembap mampu menempelkan debu dengan lebih maksimal, meski permukaan yang sangat kotor tetap bisa diseka dengan kain kering terlebih dahulu.
Area tersembunyi seperti bagian kolong sofa, tempat tidur, serta meja kerap terabaikan hingga menjadi tempat penumpukan gumpalan debu. Pembersihan area kolong perabotan ini perlu dilakukan rutin minimal satu kali dalam sebulan menggunakan pel khusus atau mesin penyedot debu.
Perawatan Filter Udara Ruangan
Sistem pendingin maupun pemanas ruangan yang filter udaranya tersumbat akan memicu sirkulasi kotoran ke seluruh penjuru rumah. Penggantian filter udara secara berkala setiap 30 hingga 90 hari sekali sangat dianjurkan, terutama bagi penghuni yang memiliki hewan peliharaan atau riwayat alergi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow