Umat Muslim Mengamalkan Puasa Tarwiyah dan Arafah Jelang Iduladha 1447 H

Smallest Font
Largest Font

Umat Islam mengamalkan ibadah sunah puasa Tarwiyah dan puasa Arafah pada bulan Zulhijah 1447 H menjelang Hari Raya Iduladha yang memiliki keutamaan istimewa berdasarkan anjuran Rasulullah SAW. Kedua puasa tersebut memiliki perbedaan pada waktu pelaksanaan dan bacaan niatnya.

Buku Pintar Puasa Wajib & Sunah (2018) karya Nur Solikhin menjelaskan bahwa persamaan kedua puasa ini terletak pada waktu pengerjaannya yang sama-sama bertepatan dengan momen sebagian umat Islam menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Makkah.

Perbedaan mendasar terletak pada tanggal pelaksanaan, di mana puasa Arafah dikerjakan pada 9 Zulhijah saat jemaah haji melakukan wukuf di Padang Arafah. Sementara itu, puasa Tarwiyah dilaksanakan sehari lebih awal, yakni pada tanggal 8 Zulhijah.

Thoat Stiawan et al. dalam buku Fiqih Puasa (2025) memaparkan bahwa tata cara pelaksanaan kedua puasa sunah ini pada dasarnya sama seperti puasa lainnya, namun dibedakan oleh lafal niat masing-masing ibadah.

Umat Muslim juga dianjurkan untuk menyantap makan sahur sebelum berpuasa demi mengejar keberkahan yang terkandung di dalamnya.

"Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan." sabda Rasulullah Saw. dalam hadis riwayat Bukhari nomor 1923 dan Muslim nomor 1095.

Selain menjaga sahur, kaum muslimin yang berpuasa diimbau untuk menjaga ucapan serta perilaku dari perbuatan maksiat, kemarahan berlebihan, berkata kasar, dan gibah demi menjaga keutuhan pahala ibadah.

Saat memasuki waktu berbuka di bulan Zulhijah tersebut, pemenuhan konsumsi disunahkan menggunakan kurma atau air putih.

"Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka." bunyi doa berbuka puasa yang dipanjatkan umat Muslim.

Terdapat pula redaksi doa berbuka lain yang bersumber dari riwayat Abu Daud mengenai hilangnya rasa haus dan tetapnya pahala.

"Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap insya Allah." doa riwayat Abu Daud tersebut.

Amalan ibadah kemudian disempurnakan dengan memperbanyak zikir dan doa karena hari Arafah merupakan salah satu waktu mustajab.

"Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah." sabda Rasulullah Saw. dalam hadis riwayat Tirmidzi nomor 3585.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed