Performa Luke Shaw di Manchester United Mendapat Kritik Tajam
Pengamat sepak bola Inggris, Alex Crooks, menyorot tajam penampilan bek kiri Manchester United, Luke Shaw, yang dinilai menjadi titik lemah tim setelah kebobolan empat gol dalam dua laga awal Liga Inggris, Minggu (30/8/2026).
Dilansir dari Detik Sport, Setan Merah menelan kekalahan 0-2 dari Hull City pada laga perdana dan menang 5-2 atas Ipswich Town pada laga kedua. Sisi kiri pertahanan yang dihuni Shaw saat berlaga di Old Trafford membuat tim asuhan Michael Carrick sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Leif Davis.
Man United kemudian bangkit membalikkan keadaan melalui hat-trick Bruno Fernandes, gol bunuh diri Jacob Greaves, serta gol Bryan Mbeumo, sementara Ipswich menambah satu gol lewat Chuba Akpom. Kendati meraih kemenangan, lini pertahanan MU dinilai tetap membutuhkan perbaikan dan bek kiri baru pada bursa transfer musim panas 2026.
Alex Crooks melayangkan kritik pedas terhadap konsistensi performa bek berusia 31 tahun tersebut di lini belakang Setan Merah.
"Saya kehabisan kata-kata. Saya benar-benar kehabisan kata-kata. Luke Shaw tampil sangat buruk di markas Hull minggu lalu. Dia tampil sangat buruk lagi di sana," kata Crooks.
Ia juga menambahkan bahwa kontribusi sang pemain menjadi salah satu penyebab buruknya rekor pertahanan klub dalam beberapa musim terakhir.
"Sudah berapa tahun dia tampil sangat buruk? Dia adalah bagian dari masalah. Dia adalah salah satu alasan Man United tidak bisa mencatatkan clean sheet," ujar Crooks.
Crooks menilai rapuhnya area kiri pertahanan turut mempengaruhi hasil negatif yang kerap didapat tim, tanpa adanya langkah konkret dari pihak klub untuk mendatangkan amunisi baru.
"Dia adalah bagian dari alasan mereka terus kalah dalam pertandingan sepakbola dan anehnya, tidak ada tanda-tanda siapa pun yang datang untuk menggantikannya," kata Crooks menambahkan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow