Persib dan Persija Dominasi Nilai Pasar Skuad Super League 2026/2027
Persib Bandung dan Persija Jakarta mendominasi daftar lima besar nilai pasar skuad termahal menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027 di Indonesia, dengan nilai pasar masing-masing Rp165,91 miliar dan Rp162,52 miliar, dilansir dari berbagai sumber pada 25 Agustus 2026.
Persib Bandung sebagai juara tiga musim berturut-turut menambah pemain elit seperti Mariano Peralta (Rp13,04 miliar), Sandy Walsh dan Balsa Sekulic (masing-masing Rp10,43 miliar). Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, menjadi pemain termahal skuad dengan nilai pasar Rp15,64 miliar.
Persija Jakarta berada di posisi kedua dengan nilai pasar Rp162,52 miliar setelah mendatangkan Stjepan Loncar yang bernilai Rp20,86 miliar sebagai pemain termahal di liga. Penyerang Swedia Alexander Jeremejeff dan pemain Timnas seperti Rizky Ridho, Jordi Amat, dan Nadeo Argawinata juga memperkuat nilai skuad Persija.
Bali United menempati posisi ketiga dengan nilai pasar Rp112,34 miliar, mengandalkan pemain baru seperti Remco Balk (Rp11,30 miliar) dan Jort van der Sande (Rp6,95 miliar), serta mempertahankan Thijmen Goppel dan Teppei Yachida yang masing-masing bernilai Rp10,43 miliar.
Persebaya Surabaya naik ke peringkat keempat dengan nilai pasar Rp101,25 miliar setelah merekrut Miguel Pereira (Rp12,17 miliar), Ramalho (Rp6,95 miliar), dan Yuran Fernandes (Rp6,52 miliar), serta didukung pemain lokal berlabel Timnas seperti Malik Risaldi dan Ramadhan Sananta.
Dewa United melengkapi lima besar dengan nilai pasar Rp84,74 miliar, mengandalkan striker Brasil Denilson Junior (Rp10,43 miliar) dan gelandang lokal Ricky Kambuaya (Rp6,52 miliar).
Gelandang Persija, Stjepan Loncar, menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi di liga, memiliki pengalaman di kompetisi Eropa seperti Liga Europa dan kualifikasi Liga Champions.
"Persaingan itu semakin lama akan semakin berat. Persib mencoba untuk meraih hasil yang lebih tinggi, tidak hanya berprestasi di kompetisi domestik, tapi juga berusaha lebih mampu bersaing di kompetisi antarklub yang lebih tinggi," ujar Bung Kusnaeni, pengamat sepak bola.
Bung Kusnaeni menilai pengalaman Persib di kompetisi Asia menjadi pembelajaran penting karena persaingan internasional menjadi tolok ukur baru.
"Tidak cukup hanya berprestasi di dalam negeri, tetapi juga harus bisa membawa nama Indonesia di ajang internasional," tambahnya.
Ia juga menyoroti perubahan karakter permainan Persija di bawah pelatih baru Shin Tae-yong yang membuat permainan lebih cepat dan fight.
"Berbeda dengan musim lalu, Persija sekarang karakternya lebih fight, lebih cepat mainnya. Itu akan menjadi tontonan yang menarik di musim yang akan datang," ujar Kusnaeni.
Selain itu, Kusnaeni mengingatkan persiapan matang dari klub lain seperti Borneo FC, Dewa United, Bali United, dan Madura United yang juga berupaya membangun skuad kompetitif setiap musim.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow