Petshop Science dan Montego Raih Rekor Dunia Donasi Pakan
Petshop Science bersama Montego Pet Nutrition berhasil mencetak gelar Guinness World Records baru untuk donasi pakan hewan terbesar dalam periode 24 jam pada acara Bloemfontein Show di Afrika Selatan.
Aksi sosial yang berlangsung dari Jumat, 1 Mei pukul 17.00 hingga Sabtu, 2 Mei pukul 17.00 waktu setempat ini sukses mengumpulkan pakan hewan sebanyak 67.200 kilogram. Capaian tersebut melampaui rekor dunia sebelumnya seberat 36.750 kilogram yang diraih oleh Amerika Serikat pada tahun 2023.
Petshop Science, jaringan toko hewan milik Shoprite Group yang diluncurkan Checkers pada 2021, menyatakan bahwa seluruh donasi akan disalurkan ke delapan organisasi kesejahteraan hewan terdaftar di Free State dan beberapa tempat penampungan di provinsi lain.
"It shows what is possible when people rally behind a cause. A record is one thing, but what matters is where this food is going and the difference it will make," ujar Trevor Paxton, General Manager Petshop Science.
Selain pengumpulan rekor ini, Petshop Science juga tercatat telah menyumbangkan pakan dan aksesori hewan senilai R3,3 juta kepada 35 organisasi kesejahteraan hewan di seluruh Afrika Selatan pada tahun buku lalu.
"This record gave us an opportunity to shine a light on the extraordinary dedication of the people who run our animal rescues," kata Johan van Jaarsveld, Managing Director Montego Pet Nutrition.
Perusahaan pakan tersebut menegaskan komitmen jangka panjang mereka untuk terus mendukung penyelamatan hewan setelah kolaborasi ini selesai.
"We are proud of what this partnership with Petshop Science achieved and equally committed to the long-term work that continues beyond it," lanjut Johan van Jaarsveld.
Hingga saat ini, Petshop Science telah memperluas jaringannya menjadi 174 toko di sembilan provinsi Afrika Selatan, termasuk melalui kemitraan pengiriman Sixty60.
"Our private label food range offers premium, balanced nutrition for dogs and cats, made with natural ingredients that are designed to support pets’ long-term health," sebut pihak brand Petshop Science terkait lini produk mereka.
Checkers mengklaim sebagai supermarket Afrika Selatan pertama yang meluncurkan toko hewan khusus dengan harga bersaing.
"We saw a gap in the market when it came to pet care, and following the great customer response to the first Petshop Science, we’ve been hard at work rolling out more specialist pet shops," kata Willem Hunlun, COO Checkers.
Ekspansi gerai terus dilakukan demi memenuhi seluruh kebutuhan hewan peliharaan masyarakat.
"Our aim has always been to bring customers everything their four-legged companions could want and need at supermarket prices," tambah Willem Hunlun.
Pada November 2025, Petshop Science merilis rangkaian pakan baru yang dikemas menggunakan kantong yang 100 persen dapat didaur ulang.
"We want to ensure that premium, nutritionally balanced food is no longer a luxury, but a standard of care that every pet can enjoy," tutur Trevor Paxton.
Pakan lokal ini diproduksi untuk mendukung ekonomi domestik sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
"By offering high-quality, locally produced pet food at accessible prices in 100% recyclable packaging, our new range delivers exceptional value to pet families," jelas Trevor Paxton.
Sementara itu, sebuah lembaga amal nasional bernama SeeAbility juga bersiap menggelar upaya pemecahan Guinness World Records di Potters Fields Park dekat Tower Bridge, London, pada Kamis, 28 Mei hingga Jumat, 29 Mei 2026.
Tantangan tersebut bertujuan membuat instalasi mural seni dari potret Polaroid langsung yang menargetkan keterlibatan minimal 800 peserta dalam waktu 48 jam.
Acara ini diselenggarakan untuk menggalang dana bagi Special Schools Eye Care Service yang menyediakan pemeriksaan mata dan kacamata gratis bagi anak-anak di sekolah luar biasa di selatan Inggris.
"This incredible GUINNESS WORLD RECORDS title attempt is a major public moment for eye care and inclusion," kata Lisa Hopkins, Chief Executive SeeAbility.
Lembaga tersebut menekankan pentingnya akses perawatan mata dasar bagi anak-anak penyandang disabilitas pembelajaran dan autisme.
"No one should miss decades of sight because they were never given access to basic eye care," tegas Lisa Hopkins.
Setiap foto peserta nantinya akan digambar secara langsung oleh seniman London, Luke Embden dan Alex the Doodler, pada mural berukuran lima kali tiga meter.
"Every face in the mural represents someone who deserves to see the world clearly," sambung Lisa Hopkins.
Masyarakat dapat berpartisipasi gratis mulai pukul 10.00 hingga 21.00 pada hari Kamis, atau mulai pukul 10.00 hingga tantangan selesai sekitar pukul 18.00 pada hari Jumat.
"Come along, be illustrated into the artwork, and help shine a light on an issue too often overlooked," imbau Lisa Hopkins.
Berdasarkan data SeeAbility, sekitar 40 persen dari total 28.000 anak di sekolah luar biasa di London belum pernah mendapatkan pemeriksaan mata formal.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow