Petugas Padamkan Kebakaran Lahan di Gunung Guntur dan Cikuray Garut

Smallest Font
Largest Font

Kebakaran lahan di kawasan Gunung Guntur dan Gunung Cikuray, Kabupaten Garut, Jawa Barat, berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan pada Sabtu dan Minggu, 5-6 September 2026, tanpa masuk ke kawasan Cagar Alam.

Luas area yang terbakar di Gunung Guntur diperkirakan mencapai 1,8 hektare dan berada di luar kawasan Cagar Alam, sedangkan kebakaran di Gunung Cikuray melanda sekitar 5 hektare lahan milik Perhutani di kaki gunung.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut BBKSDA Jabar, Vitriana Yilalita, memastikan titik api berada di luar kawasan cagar alam dan petugas tetap mengerahkan upaya pemadaman untuk mencegah api menjalar ke kawasan konservasi.

"Aman (tidak masuk cagar alam)," ujar Vitriana.

Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Perhutani, dan masyarakat melakukan pemadaman secara bertahap, khususnya di enam titik kebakaran di Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

PLH Kapolsek Tarogong Kaler, Ipda Eko Budi Santoso, mengatakan, "Pemadaman terus kami lakukan bersama unsur terkait. Titik yang berada dekat dengan permukiman menjadi prioritas untuk mencegah api meluas dan membahayakan masyarakat."

Di Gunung Cikuray, Kapolsek Cikajang AKP Patri Arsono menyatakan api berhasil dilokalisir dengan membuat batas di sekitar sisi api menggunakan tanah, dan hingga pemantauan terakhir tidak terlihat titik api lagi.

"Api berhasil dilokalisir sekitar pukul 22.00 WIB. Sampai pemantauan terakhir, tidak terlihat lagi titik api dari bawah kaki Gunung Cikuray," ujar Patri.

Kondisi medan yang berat, minim penerangan, dan faktor keamanan menjadi kendala dalam pemadaman di Gunung Cikuray. Petugas memilih melakukan pemantauan dari lokasi yang aman dan berkoordinasi dengan Perhutani untuk isolasi area.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh, menyebut cuaca ekstrem dan banyaknya ilalang serta bambu kering meningkatkan risiko kebakaran, sehingga pemantauan masih terus dilakukan.

"Kami masih melihat, karena di sana ada rumput kering dan banyaknya bambu kering yang mudah terbakar," kata Aah.

Hingga saat ini, tidak ada korban jiwa maupun personel dalam penanganan kebakaran, dan penyebab pasti kebakaran masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed