PLN Pasang Tower Darurat Percepat Pemulihan Listrik di Sumatera Utara
PT PLN (Persero) mengerahkan empat set Tower Emergency atau menara darurat untuk memulihkan gangguan kelistrikan di wilayah Sumatera Utara pada Sabtu (6/6/2026). Langkah cepat ini diambil setelah cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang merobohkan belasan tower transmisi di dua jalur utama. Pemasangan menara darurat ini menjadi prioritas utama PLN Sumatera Utara guna memastikan pasokan listrik ke masyarakat kembali normal sepenuhnya.
Kerusakan infrastruktur yang masif akibat hantaman badai tersebut sempat memicu gangguan distribusi daya di beberapa titik wilayah. Badai besar yang melanda wilayah Sumatera Utara pada Kamis (4/6/2026) malam pukul 20:03 WIB menjadi penyebab utama ambruknya jaringan transmisi. Angin kencang dan hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan total 12 tower transmisi mengalami kerusakan parah hingga bengkok.
Berdasarkan data teknis di lapangan, kerusakan terjadi pada dua jalur utama kelistrikan. Jalur pertama adalah SUTET 275 kV Galang–Simangkuk dan jalur kedua adalah SUTT 150 kV Tebing Tinggi–Sei Rotan.
Rincian Unit Transmisi yang Terdampak
Kerusakan pada masing-masing jalur transmisi memiliki tingkat keparahan yang berbeda. Berikut adalah rincian unit menara listrik yang mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem tersebut:
- Jalur SUTET 275 kV Galang–Simangkuk: Tower T18, T19, dan T20 roboh total, sedangkan T17 dan T21 mengalami bengkok pada struktur besi.
- Jalur SUTT 150 kV Tebing Tinggi–Sei Rotan: Tower T77 hingga T82 roboh, sementara T76 mengalami kondisi bengkok.
Mobilisasi Menara Darurat dan Target Penyelesaian
Untuk mengatasi kerusakan parah ini, PLN langsung memobilisasi empat set Tower Emergency (TE) dari berbagai wilayah di Indonesia. Dua set menara darurat dikirim langsung dari Jakarta dan telah tiba di Sumatera Utara pada Jumat (6/6/2026) dengan menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU.
Sementara itu, dua set menara darurat lainnya dimobilisasi melalui jalur darat, masing-masing dikirim dari wilayah Aceh dan Sumatera Selatan. PLN menyiagakan ratusan personel di lapangan yang bekerja secara bergantian selama 24 jam penuh demi mempercepat proses pendirian menara tersebut.
Manajemen PLN menargetkan pembangunan seluruh Tower Emergency ini dapat selesai pada tanggal 14 Juni 2026 mendatang. Namun, target penyelesaian tersebut sangat bergantung pada kondisi cuaca di lapangan serta kemudahan akses mobilitas alat berat ke titik lokasi kerusakan.
Dampak Gangguan dan Upaya Pemulihan Bertahap
Ambruknya belasan menara listrik ini sempat berdampak pada sistem kelistrikan regional, termasuk insiden padamnya lampu di Stadion Utama Sumatera Utara (SUSU). Peristiwa tersebut terjadi saat laga Piala AFF U-19 yang baru berjalan selama 3 menit pada Kamis (4/6/2026) malam. Kendati demikian, petugas di lapangan langsung melakukan manuver jaringan untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas. Aliran listrik di stadion berhasil dipulihkan dalam waktu 9 mnt, sehingga pertandingan dapat dilanjutkan kembali pada menit ke-12.
Secara umum, pasokan listrik untuk sebagian besar wilayah terdampak sudah mulai dipulihkan secara bertahap sejak Jumat (5/6/2026) dini hari pukul 02:38 WIB melalui rekayasa arus transmisi lain. Kehadiran menara darurat ini nantinya akan memperkokoh kestabilan daya sebelum menara permanen dibangun kembali. Berikut adalah tabel ringkasan logistik pengiriman menara darurat yang dikerahkan oleh PLN:
| Asal Wilayah Pengiriman | Jumlah Unit (Set) | Moda Transportasi | Waktu Kedatangan |
|---|---|---|---|
| Jakarta | 2 | Pesawat Hercules | Jumat (6/6/2026) |
| Aceh | 1 | Darat | Dalam Perjalanan |
| Sumandera Selatan | 1 | Darat | Dalam Perjalanan |
Proses pemulihan jangka panjang berupa pembangunan kembali menara transmisi permanen akan dilakukan setelah seluruh menara darurat beroperasi secara optimal. Masyarakat diimbau untuk tetap melapor melalui aplikasi PLN Mobile jika masih mengalami kendala keandalan listrik di lingkungan tempat tinggal.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow