Polda Jabar Perketat Pengamanan Laga Persib Lawan Persijap

Smallest Font
Largest Font

Kepolisian Daerah Jawa Barat memperketat pengamanan menjelang laga penentu juara antara Persib Bandung melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Sabtu, 23 Mei 2026. Langkah ini diambil melalui pengerahan lebih dari 2.000 personel gabungan guna mengantisipasi membeludaknya suporter dan luapan euforia massa.

Rencana pengamanan tersebut dimatangkan lewat rapat koordinasi yang melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, manajemen Persib, hingga kelompok bobotoh pada Selasa, 19 Mei 2026. Di samping fokus pada jalannya pertandingan di stadion, petugas juga mengantisipasi perayaan suporter di kawasan Dago Cikapayang serta agenda arak-arakan trofi.

Aparat menerapkan pola pengamanan empat ring di area Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dengan pemeriksaan ketat terhadap tiket dan barang bawaan penonton. Pengetatan ini bertujuan mencegah masuknya benda berbahaya ke tribun, sejalan dengan pembatasan kapasitas stadion yang hanya dibuka sebesar 75 persen atau menyediakan 32 ribu lembar tiket.

"Kami telah melaksanakan rapat koordinasi bersama dengan Kodam III/Siliwangi, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota, pihak manajemen PT Persib, serta unsur suporter bobotoh, yang juga dihadiri oleh Kapolres dan jajaran PJU," ujar Kombes Pol La Ode Aries El Fathar, Karo Ops Polda Jawa Barat di Mapolrestabes Bandung sebagaimana dilansir dari Kompas.com.

Petugas menegaskan aturan ketat bagi seluruh suporter untuk tidak membawa barang-barang yang dilarang regulasi FIFA ke dalam area tribun. Polisi mengimbau masyarakat yang tidak memiliki tiket agar tidak memaksakan diri datang ke stadion dan mengarahkan mereka ke lokasi nonton bareng resmi.

"Sesuai dengan aturan FIFA, penonton dilarang keras membawa barang-barang berbahaya ke dalam tribune seperti flare atau kembang api, serta dilarang membawa minuman dalam kemasan botol plastik maupun kaleng karena dapat mengganggu jalannya pertandingan," ucap Kombes Pol La Ode Aries El Fathar.

Sanksi tegas berupa pencabutan hak menonton telah disepakati oleh kepolisian, panitia pelaksana, dan kelompok bobotoh bagi penonton yang melanggar aturan. Tindakan ini menyasar suporter yang kedapatan membawa barang berbahaya maupun berada di bawah pengaruh minuman keras.

"Kami sudah bersepakat dengan panitia pelaksana dan pihak bobotoh bahwa jika ditemukan penonton yang dalam pengaruh minuman keras atau membawa barang berbahaya seperti flare dan benda-benda yang bisa dilempar, kami akan mengambil tindakan tegas berupa pencabutan hak nonton," ujar Kombes Pol La Ode Aries El Fathar.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara terpisah juga mematangkan persiapan pawai kemenangan di Gedung Sate pada Selasa, 19 Mei 2026, berdasarkan laporan Antaranews. Pawai untuk menyambut potensi gelar juara tiga kali berturut-turut tersebut dijadwalkan berlangsung meriah pada Minggu, 24 Mei 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed