Polres Metro Jakarta Utara Pastikan Video Viral Teror Pocong di Koja Hoaks

Smallest Font
Largest Font

Aparat Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara memastikan bahwa rekaman video viral teror pocong yang meresahkan warga di kawasan Koja, Jakarta Utara, adalah informasi bohong atau hoaks. Kepastian tersebut disampaikan oleh pihak kepolisian pada Jum'at (29/5/2026) setelah melakukan penelusuran intensif di lapangan guna meredam kepanikan masyarakat.

Langkah cepat ini diambil menyusul beredarnya potongan video di media sosial yang menarasikan adanya sosok makhluk halus yang mendatangi rumah-rumah penduduk. Kegaduhan digital tersebut langsung direspons oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara bersama Polsek Koja melalui penyisiran wilayah secara berkala.

Hasil penyelidikan kepolisian mengungkapkan bahwa kegemparan tersebut bersumber dari aktivitas tiga orang warga yang berprofesi sebagai pengamen jalanan. Ketiga individu tersebut sengaja mengenakan atribut menyerupai kain kafan untuk menarik perhatian masyarakat saat mencari nafkah secara tidak wajar.

Petugas kepolisian bergerak setelah menerima banyak laporan dari warga yang merasa terganggu dan ketakutan dengan kehadiran oknum tersebut. Penertiban dilakukan saat para pelaku sedang beroperasi di sekitar area pemukiman padat penduduk di Jakarta Utara.

Pihak berwajib langsung membawa ketiga pengamen beserta barang bukti berupa kostum kain putih dan alat musik ke mapolres untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif para pelaku murni demi mendapatkan penghasilan lebih dari aktivitas mengamen, bukan untuk melakukan aksi kriminalitas lain.

"Kami memastikan video yang beredar itu hoaks yang sengaja dibesar-besarkan. Faktanya, anggota kami di lapangan telah mengamankan tiga orang pengamen berkostum pocong yang memicu keresahan tersebut," ujar perwakilan Polres Metro Jakarta Utara.

Penangkapan ini menjawab pertanyaan publik mengenai "kenapa pengamen pocong ditangkap polisi" di wilayah tersebut. Penindakan tegas diambil karena metode yang mereka gunakan sudah melanggar ketertiban umum dan berpotensi memicu gangguan keamanan.

Maraknya Konten Visual Manipulatif

Fenomena keresahan akibat isu supranatural di media sosial belakangan ini tidak hanya terjadi di ibu kota. Beberapa waktu lalu, masyarakat juga dihebohkan oleh rekaman serupa mengenai fenomena "video pocong gedor pintu rumah beneran atau tidak" yang sempat memicu perdebatan sengit netizen.

Berdasarkan laporan pemeriksaan digital dari cekfakta.com, sebagian besar dari video misterius yang beredar di platform digital terbukti merupakan hasil manipulasi teknologi visual. Skandal serupa baru-baru ini juga terdeteksi di wilayah Bandung Barat, di mana lima orang remaja diamankan setelah memproduksi video rekayasa menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Deret Fakta di Balik Geger Teror Pocong di Sejumlah Daerah, Konten atau Kriminal? | KOMPASTV

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih kritis dalam menyaring setiap informasi visual yang diterima melalui aplikasi pesan singkat maupun media sosial. Penyebaran konten tanpa klarifikasi dinilai dapat memperkeruh suasana kepatuhan kamtibmas di lingkungan warga.

Data Penanganan Kasus Keresahan Digital

Guna memberikan gambaran komprehensif mengenai penindakan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum dengan modus serupa, Polres Metro Jakarta Utara merilis data penertiban siber dan lapangan sepanjang bulan ini.

Tabel Penindakan Gangguan Ketertiban Umum Modus Penampakan Palsu Mei 2026
Lokasi KejadianJenis PelanggaranJumlah PelakuStatus Hukum
Koja, Jakarta UtaraPengamen Kostum Resahkan Warga3 OrangPembinaan & Wajib Lapor
Bandung BaratPenyebaran Video AI Hoaks5 RemajaDikembalikan ke Orang Tua
TangerangModus Operandi PencurianDalam Penyelidikan

Melalui data tersebut, kepolisian menegaskan bahwa setiap tindakan yang mengganggu ketenteraman umum, baik berupa aksi fisik di jalanan maupun penyebaran hoaks secara digital, akan ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku. Warga diminta segera melapor ke polsek terdekat jika menemukan hal mencurigakan.

Saat ini, ketiga pengamen yang diamankan di Jakarta Utara sedang menjalani proses pembinaan moral serta penandatanganan surat perjanjian agar tidak mengulangi perbuatan mereka. Patroli lingkungan di sekitar kawasan Koja kini semakin ditingkatkan guna menjamin rasa aman warga dari segala bentuk gangguan visual yang intimidatif.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed