Polisi dan Pemkot Tangerang Selidiki Isu Pocong Jadi Jadian
Aparat kepolisian bersama Pemerintah Kota Tangerang mengusut penyebaran isu teror pocong jadi-jadian bersenjata tajam yang meresahkan masyarakat di wilayah Ciputat Timur dan sekitarnya pada Kamis (21/5/2026).
Langkah penelusuran diambil setelah muncul laporan mengenai keberadaan sosok tersebut di lapangan bola Jalan Cempaka Raya, Rengas, Ciputat Timur, yang diduga menjadi modus tindakan kriminalitas.
Pemeriksaan langsung ke tempat kejadian perkara dilakukan oleh jajaran Kepolisian Sektor Ciputat Timur demi memastikan kebenaran informasi yang beredar di masyarakat.
"Ada seseorang lapor ke hotline, katanya dia menerima informasi dari temannya bahwa 'pocong' lagi beredar di lapangan bola Jalan Cempaka Raya, Rengas, Kecamatan Ciputat Timur," kata Bambang, dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).
Pihak kepolisian menyatakan bahwa pelapor mengaku meneruskan pesan dari rekannya mengenai modus pembegalan oleh sosok tersebut.
"Laporanya itu dia menyampaikan info katanya dari temannya, bahwa 'pocong' itu modus begal, sudah ada kena bacok walau hanya goresan saja. Itu dia juga katanya temannya, bukan dia sendiri yang mengalami," jelasnya.
Petugas yang mendatangi lokasi tidak menemukan keberadaan figur yang dilaporkan ataupun saksi mata dari warga sekitar.
"Sudah dicek ke TKP nihil, warga sekitar juga kita tanyai tidak ada yang melihat 'pocong'," kata Bambang.
Upaya konfirmasi ulang dari kepolisian sempat terkendala akibat status nomor telepon pelapor yang sudah tidak aktif.
"Nomornya sudah tidak aktif," tuturnya.
Kompol Bambang Askar Sodiq meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring segala bentuk informasi dari media sosial.
"Jangan menyebar hoax untuk membuat resah masyarakat dan masyarakat juga kami imbau untuk tidak langsung percaya informasi di media sosial. Check dan recheck kembali faktanya," pungkasnya.
Pernyataan tambahan dikeluarkan oleh Polsek Ciputat Timur terkait kepastian ada atau tidaknya senjata tajam yang dibawa oleh oknum berkostum tersebut.
"Sampai sejauh ini belum ada indikasi laporan warga mereka membawa sajam," kata Bambang saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (21/5/2026).
Bambang menduga figur yang menghebohkan warga tersebut merupakan seorang pengamen jalanan yang beroperasi pada malam hari.
"Jadi hanya isu yang dilempar oleh orang yang tidak bertanggung jawab, diterima oleh masyarakat dan dilebih-lebihkan oleh hal-hal yang membuat gangguan kamtibmas seperti bawa sajam dan lain-lain," jelas dia.
Respons terhadap kepanikan publik ini juga disampaikan oleh Wali Kota Tangerang H. Sachrudin yang mengimbau warga agar tetap tenang.
“Tidak ada yang namanya pocong. Kalau ada, saya yang hadapi. Di Kota Tangerang sudah ada Kampung Terang, dan pocong itu takut sama lampu,” ujar Sachrudin, sambil berseloroh usai kegiatan, Kamis (21/05/2026).
Sachrudin menilai fenomena ini sengaja dimanfaatkan oleh oknum tertentu yang ingin memicu keresahan di lingkungan warga.
“Yang ada itu ulah orang-orang iseng yang tidak bertanggung jawab. Tujuannya menakut-nakuti warga dan mengambil keuntungan dari situasi. Karena itu, saya minta masyarakat jangan mudah terpancing, jangan mudah takut, dan tetap berpikir rasional,” tegasnya.
Pemerintah daerah mengarahkan masyarakat untuk menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan di wilayah masing-masing.
“Perkuat kembali ronda malam dan Siskamling. Warga harus saling menjaga dan peduli terhadap lingkungan sekitar agar berbagai bentuk gangguan keamanan maupun modus kejahatan bisa dicegah bersama,” katanya.
Pemerintah Kota Tangerang membuka akses pelaporan cepat lewat penyediaan saluran komunikasi darurat bagi warga.
“Kalau ada kejadian mencurigakan atau membahayakan, segera lapor melalui hotline 112, aplikasi LAKSA, maupun kanal pengaduan resmi Pemkot Tangerang. Kita jaga bersama Kota Tangerang agar tetap aman, nyaman, dan kondusif,” pungkasnya.
Di sisi lain, perkembangan isu ini turut mendapat perhatian dari pengamat sosial yang menyoroti psikologi masyarakat digital.
“Dalam masyarakat digital hari ini tantangan terbesarnya bukan hantu tetapi bagaimana masyarakat mengelola ketakutan dan informasi secara rasional,” kata Rakhmat saat dihubungi Kompas.com melalui Whatsapp, Jumat (22/5/2026).
Rakhmat berpendapat bahwa memori kolektif masyarakat terhadap hal mistis mempermudah penyebaran kepanikan ketika melihat kostum serupa.
“Nah akibatnya ketika ada seseorang memakai kostum pocong di malam hari masyarakat langsung menghubungkannya dengan rasa takut yang sudah tertanam sebelumnya,” ujar dia.
Narasi yang berkembang di media sosial dinilai sering kali mengalami eskalasi informasi dari fakta yang sebenarnya.
“Awalnya hanya ada pengamen berkostum pocong, lalu berkembang menjadi isu pocong bawa golok, teror pocong, bahkan dikaitkan dengan kriminalitas atau hal gaib,” kata dia.
Penyebaran video bertema horor diakui memiliki daya tarik tersendiri yang memicu interaksi tinggi di jejaring sosial.
“Fenomena horor di Indonesia itu sering kali menjadi hiburan, menakutkan tetapi juga menarik untuk diikuti,” ujar Rakhmat.
Rakhmat menambahkan bahwa algoritma media sosial turut mendukung visualisasi yang menegangkan menjadi cepat tersebar luas.
“Video pendek yang menampilkan suasana gelap, teriakan warga atau narasi menakutkan itu lebih mudah viral karena memicu emosi,” kata dia.
Penyelidikan mengenai keaslian konten digital ini juga dilakukan oleh Polresta Tangerang seiring beredarnya video penangkapan terduga pelaku.
"Orang cuma bikin konten doang biar rame," ujar Sandro, Rabu (20/5).
Kepala Seksi Humas Polresta Tangerang Ipda Sandro menegaskan pelacakan akun utama pengunggah video tersebut sedang berjalan.
"Makanya saya mau dalami itu, yang nyebarin video itu siapa," tegasnya.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengingatkan warga untuk tidak ikut menyebarkan berita yang belum tervalidasi.
"Jadi jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum tervalidasi dengan tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya," ungkapnya mengutip Antara, Rabu (20/5).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow