Popcorn Awalnya Dilarang di Bioskop karena Gangguan dan Kini Jadi Camilan Favorit
Popcorn yang kini menjadi camilan wajib saat menonton film di bioskop ternyata pernah dilarang karena dianggap mengganggu suasana. Dikutip dari Detik Food, larangan ini berawal dari kekhawatiran pengelola bioskop yang ingin menjaga kebersihan dan ketenangan saat menonton.
Secara historis, popcorn sudah dikenal ribuan tahun lalu. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa jagung berondong tertua berusia sekitar 6.700 tahun ditemukan di pesisir utara Peru. Popcorn juga menjadi bagian penting dalam tradisi masyarakat suku Aztec dan Indian Peru.
Popularitas popcorn di Amerika Serikat mulai meningkat tahun 1893 ketika Charles Cretors memperkenalkan mesin pembuat popcorn portabel pada pameran Chicago World's Fair. Namun, bioskop awal abad ke-20 menolak kehadiran popcorn karena suasana bioskop yang dibuat menyerupai gedung opera mewah.
Sejarawan film Harry Marks menjelaskan bahwa pengelola bioskop tidak ingin tangan berminyak, minuman lengket, dan suara mengunyah popcorn mengganggu pengalaman menonton film bisu yang biasanya diiringi musik langsung.
Perubahan terjadi pada akhir 1920-an dengan kehadiran film bersuara dan kondisi ekonomi Depresi Besar pada 1930-an. Menonton film menjadi hiburan terjangkau, dan popcorn dijual dengan harga murah, sekitar 5 sampai 10 sen per kantong.
Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Julia Braden dari Kansas City yang berhasil membuka stan popcorn di lobi bioskop Linwood Theater. Pendapatan yang diperoleh mencapai lebih dari 14.000 dolar AS per tahun, menarik perhatian pengelola bioskop akan potensi keuntungan dari penjualan makanan.
Pengelola bioskop mulai memproduksi popcorn sendiri dan memperbaiki ventilasi gedung untuk mengoperasikan mesin popcorn. Pada 1938, R.J. McKenna, manajer bioskop, menurunkan harga tiket untuk meningkatkan penjualan popcorn, yang memberinya keuntungan lebih dari 200.000 dolar AS.
Fenomena ini terus berlanjut hingga kini. Data menunjukkan bahwa 88% penonton rutin membeli popcorn saat menonton film. Di Amerika Serikat, popcorn menyumbang sekitar 60% dari penjualan makanan dan minuman di bioskop. Di Indonesia, meskipun harganya lebih mahal dari tiket, popcorn tetap menjadi camilan populer di bioskop.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow