Prabowo Soroti Rasio Pendapatan Negara Indonesia Paling Rendah di G20

Smallest Font
Largest Font

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti posisi keuangan negara yang mencatat rasio belanja serta penerimaan terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB paling rendah di antara anggota G20 saat berpidato dalam Sidang Paripurna DPR/MPR RI di Jakarta pada Rabu (20/5/2026).

Dilansir dari laporan cnbcindonesia.com, data terbaru Dana Moneter Internasional atau IMF menunjukkan ketimpangan yang cukup signifikan antara Indonesia dengan beberapa negara berkembang lainnya.

"Rasio penerimaan kita paling rendah diantara negara G20 dari data terbaru IMF. Kita bisa melihat rasio pendapatan meksiko 25% dari PDB, India 20% dari PDB, Filipina 21% dari PDB, Kamboja saja 15% dari PDB, Indonesia 11-12% dari PDB," ungkap Prabowo.

Kondisi rendahnya rasio pendapatan tersebut terjadi di tengah melimpahnya perolehan devisa hasil ekspor dari sektor komoditas strategis nasional. Kepala Negara membeberkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat berharga seperti batu bara, nikel, tembaga, logam tanah jarang, hingga minyak kelapa sawit.

Berdasarkan catatan performa ekonomi tahun 2025, komoditas kelapa sawit menyumbang devisa ekspor terbesar mencapai US$ 23 miliar atau sekitar Rp391 triliun. Sektor batu bara mencatatkan angka ekspor sebesar US$ 30 miliar atau setara Rp510 triliun, sedangkan paduan besi atau fero alloy menghasilkan US$ 16 miliar atau setara Rp272 triliun.

"Ketiga strategis ini menghasilkan devisa US$ 65 miliar atau setara Rp1.100 triliun per tahun," tegas Prabowo.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed