Prancis Tersingkir dari Piala Dunia Setelah Takluk dari Spanyol
Tim nasional Prancis dipastikan gagal melaju ke babak final Piala Dunia setelah takluk 0-2 dari Spanyol dalam laga semifinal yang berlangsung di Arlington, Texas, Amerika Serikat pada Selasa malam. Kekalahan ini sekaligus menandai akhir kepemimpinan Didier Deschamps bersama Les Bleus, meski dirinya baru saja memecahkan rekor dunia sebagai satu-satunya pelatih dengan catatan 26 pertandingan di ajang Piala Dunia. Keputusan taktis Deschamps yang tetap mempertahankan formasi 4-2-3-1 tanpa melakukan adaptasi signifikan sepanjang pertandingan dinilai menjadi salah satu penyebab kegagalan tersebut.
Perubahan pemain yang dilakukan juga cenderung terlambat, termasuk masuknya Maxence Lacroix menggantikan William Saliba yang cedera pada menit ke-30, serta Manu Kone dan Desire Doue yang dinilai gagal memberikan dampak positif.
Di sisi lain, laga ini diwarnai oleh gelombang protes dari kubu Prancis terhadap kepemimpinan wasit asal Salvador, Ivan Barton, terutama terkait penalti Mikel Oyarzabal setelah pelanggaran Lucas Digne terhadap Lamine Yamal. Deschamps mengkritik keras kualitas kepemimpinan wasit Barton yang dinilainya tidak layak memimpin laga penting sekelas semifinal Piala Dunia.
"Si je dis quoi que ce soit, je vais passer pour un mauvais perdant, car nous avons perdu" ujar Didier Deschamps, pelatih tim nasional Prancis. Deschamps kemudian melontarkan pertanyaan retoris kepada awak media terkait kapasitas wasit yang bertugas malam itu.
"Mais je vous le demande : l’arbitre est-il à la hauteur pour officier en demi-finale ? Il y a le penalty, certes, mais ce n’est pas tout ; cela s’ajoute à tout le reste. Je n’ai rien contre l’arbitre ce soir, mais posez-vous la question." kata Didier Deschamps, pelatih tim nasional Prancis.
Selain masalah penalti, Deschamps juga menyoroti keputusan Barton yang membatalkan tendangan bebas menjanjikan untuk Prancis di luar kotak penalti pada menit ke-43 setelah berdiskusi dengan asistennya. Di sisi lain, Deschamps mencoba menjelaskan bahwa faktor mentalitas juga sangat berpengaruh terhadap hasil minor yang diterima anak asuhnya di Texas.
"C’est une demi-finale de Coupe du monde, la première pour beaucoup de joueurs" tutur Didier Deschamps, pelatih tim nasional Prancis.
Kritik dari pelatih Prancis tersebut langsung mendapat tanggapan tegas dari Kepala Departemen Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, yang membela penuh kinerja Barton. "En réponse aux propos de Didier Deschamps qui s’interrogeait sur le niveau de l’arbitre pour diriger une demi-finale, la FIFA est claire : « Oui, absolument »" cetus Pierluigi Collina, Kepala Departemen Perwasitan FIFA. Collina menegaskan kembali kualitas tim pengadil lapangan yang bertugas dalam turnamen bergengsi ini.
"Nos arbitres sont de classe mondiale." tegas Pierluigi Collina, Kepala Departemen Perwasitan FIFA.
Meskipun FIFA membela keputusan wasit, para pendukung timnas Prancis tetap menyuarakan kekecewaan mereka dengan meluncurkan petisi daring agar pertandingan semifinal tersebut diulang. Hingga Kamis sore pukul 15.00 waktu setempat, petisi tersebut telah ditandatangani oleh lebih dari 45.480 orang yang merasa Lamine Yamal melakukan pelanggaran handsball sebelum insiden penalti terjadi.
"Lors du tir au but accordé à l’Espagne, Lamine Yamal touche le ballon de la main" bunyi tuntutan dalam halaman petisi pendukung timnas Prancis. Para pendukung menegaskan bahwa aturan dalam pertandingan olahraga harus ditegakkan demi keadilan hasil akhir.
"Le sport doit se jouer dans les règles, et ce soir (mardi) elles n’ont pas été respectées." lanjut tuntutan dalam halaman petisi pendukung timnas Prancis. Di kubu lawan, pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, menilai kemenangan anak asuhnya didasarkan pada keunggulan kolektivitas permainan di atas lapangan hijau. Ia menyebut pertandingan malam itu sebagai duel antara kolektivitas tim terbaik melawan salah satu skuad bertabur bintang.
"la meilleure équipe" puji Luis de la Fuente, pelatih tim nasional Spanyol.
Menurut De la Fuente, permainan timnya berhasil meredam kekuatan individu para pemain Prancis. "l’une des meilleures sélections" tambah Luis de la Fuente, pelatih tim nasional Spanyol. Prancis dijadwalkan akan memperebutkan tempat ketiga dengan menghadapi Inggris pada Sabtu pukul 23.00, sementara Spanyol akan bertanding memperebutkan trofi juara melawan Argentina pada Minggu pukul 21.00.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow