Presiden Prabowo Dukung Produksi Massal Tepung Singkong untuk Pemadaman Karhutla

Smallest Font
Largest Font

Presiden Prabowo Subianto mendukung produksi massal tepung singkong sebagai bahan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia, ide yang awalnya dikemukakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat koordinasi penanganan karhutla Sumatera.

Prabowo menyatakan, "Menarik sekali itu bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Wah coba diproduksi dalam skala besar ya. Ajukan biaya untuk produksinya ya, kita usahakan semua upaya," dikutip dari arsip detikEdu, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, tepung singkong berpotensi untuk mencegah dan memadamkan api dengan cara memisahkan unsur penyulut api. "Berarti yang kita water bomb bukan water bomb ya, ubi bombing. Hah?

Ya kalau satu heli MI-17 bisa berapa ton? 4 ton water bombing. Mungkin 4 ton ubi serbuk atau ubi apa tepung ini kita uji coba efektif luasnya berapa ya," tambah Prabowo.

Periset Kimia Molekuler dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Julinton, membenarkan bahwa pati singkong punya dasar ilmiah untuk teknologi pemadaman, namun masih perlu pengembangan melalui rekayasa kimia dan formulasi.

"Pernyataan Bapak Presiden terkait penggunaan bahan berbasis singkong untuk mendukung pemadaman kebakaran memiliki dasar ilmiah yang kuat. Namun, formulasi, efektivitas, keselamatan, dan dampak lingkungannya tetap harus divalidasi melalui pengujian laboratorium dan lapangan secara terukur," ujar Julinton, dikutip dari laman resmi BRIN.

Julinton menjelaskan pati singkong memiliki struktur polisakarida yang kaya gugus hidroksil dan dapat dimodifikasi secara kimia untuk meningkatkan kemampuan pembentukan film, viskositas, dan retensi air yang penting dalam menghambat penyebaran api.

Teknologi yang dikembangkan BRIN mengombinasikan pati singkong dengan ammonium polyphosphate (APP), air, dan wetting agent berkonsentrasi rendah. "Air berfungsi menyerap panas dan menurunkan temperatur bahan bakar, pati singkong termodifikasi membantu meningkatkan adhesi dan mempertahankan cairan lebih lama pada permukaan vegetasi," jelas Julinton.

"Sementara, wetting agent membantu cairan menyebar dan menembus bahan bakar vegetasi dengan lebih baik. APP kemudian memberikan mekanisme retarsasi kimia ketika material menerima panas," tambahnya.

Ketika APP dipanaskan, senyawa asam fosfat dan polifosfat merangsang pati singkong membentuk lapisan karbon padat atau char yang menghalangi perpindahan panas dan oksigen, sehingga memperlambat laju api.

"Teknologi ini tidak bekerja dengan 'menghilangkan oksigen' dari atmosfer. Mekanisme utamanya adalah pendinginan, peningkatan pembasahan dan retensi cairan, serta perubahan jalur dekomposisi termal bahan bakar vegetasi, sehingga laju perambatan api berpotensi ditekan," kata Julinton lagi.

Proses produksi melibatkan ekstraksi pati singkong mentah yang dimurnikan dan dimodifikasi secara kimia, lalu diformulasikan bersama APP, wetting agent, dan air dengan komposisi yang dioptimalkan untuk kinerja pemadaman.

Dalam penerapan lapangan, formulasi dicampur dalam tangki air untuk penyemprotan udara maupun darat. Ukuran droplet disesuaikan agar cairan tidak cepat menguap saat disemprot dari udara.

Penerapan melalui drone dapat menyasar titik api awal, sisi kebakaran, spot fire, serta membentuk garis retardan pada vegetasi yang belum terbakar dengan bantuan kamera termal.

Sementara operasi darat memungkinkan penyemprotan langsung pada bahan bakar vegetasi di sekitar titik api atau area yang perlu dilindungi. Julinton menambahkan, "Pendekatan lainnya adalah membentuk retardant line, yaitu jalur vegetasi yang telah dilapisi bahan retardan untuk memperlambat perambatan api menuju area berikutnya."

BRIN menegaskan teknologi ini bukan pengganti metode pemadaman kebakaran intensitas tinggi, melainkan sebagai teknologi pendukung untuk respons awal, pengendalian penyebaran, dan perlindungan area strategis. Inovasi ini masih dalam pengembangan dengan fokus pada uji keselamatan lingkungan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed