Produksi CPO Indonesia Berpotensi Turun hingga 10 Persen pada 2027
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia memproyeksikan produksi minyak kelapa sawit mentah atau CPO terancam mengalami penurunan sebesar 8 hingga 10 persen pada tahun 2027 mendatang. Fenomena El Nino yang melanda Indonesia sejak pertengahan 2026 menjadi pemicu utama penurunan pasokan bahan baku sawit tersebut. Dampak kemarau berkepanjangan akibat El Nino mulai dirasakan secara signifikan oleh sektor perkebunan di tingkat petani maupun industri nasional.
Penurunan produktivitas tandan buah segar diperkirakan memperketat pasokan CPO di tengah lonjakan permintaan domestik. Ketua Umum Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia, Mansuetus Darto, mengungkapkan bahwa penurunan produksi tandan buah segar di sejumlah wilayah perkebunan saat ini telah mencapai 15 hingga 20 persen. Kondisi tersebut berpotensi memburuk apabila dampak cuaca ekstrem terus berlanjut.
Potensi merosotnya produksi CPO terjadi bersamaan dengan proyeksi kenaikan kebutuhan domestik yang diperkirakan mencapai sekitar 29 juta ton. Angka kebutuhan tersebut mencakup 16 hingga 17 juta ton untuk program mandatori B50 serta 12 hingga 13 juta ton untuk industri pangan dan oleokimia.
Berdasarkan data Gapki, konsumsi CPO domestik pada semester pertama 2026 tercatat mencapai sekitar 13 juta ton. Penyerapan tersebut terbagi menjadi 6,5 juta ton untuk kebutuhan biodiesel dan 6,3 juta ton diserap oleh sektor pangan serta oleokimia. Ancaman pasokan akibat El Nino juga berimbas pada pergerakan harga komoditas di pasar global. Harga CPO berjangka di bursa Malaysia sempat menembus level MYR5.000 per ton pada Jumat (21/8), sebelum akhirnya terkoreksi ke kisaran MYR4.824 per ton pada Kamis (27/8) sore.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow