Warga Lincoln Park Protes Rencana Ekspansi Sekolah Francis W. Parker

Smallest Font
Largest Font

Warga menggelar aksi unjuk rasa di Oz Park, kawasan Lincoln Park, Chicago, pada Sabtu untuk memprotes rencana ekspansi Sekolah Francis W. Parker yang dinilai akan menggusur pemukiman padat penduduk.

Gelombang penolakan ini dipicu oleh rencana sekolah swasta berusia 125 tahun tersebut untuk membangun gedung pendidikan baru di Belden Avenue, memasang lampu lapangan olahraga, menambahkan jembatan penyeberangan orang, serta mengubah gedung administrasi menjadi unit hunian terjangkau.

Kekecewaan warga juga diarahkan kepada Anggota Dewan Kota dari Ward 43, Timmy Knudsen, yang mendukung proposal bertajuk Usulan Perbaikan Sekolah dan Lingkungan tersebut sebelum disahkan oleh komite zonasi Dewan Kota Chicago.

Pihak penentang mengklaim telah mengumpulkan sekitar 1.900 tanda tangan dalam petisi daring StopParker.com, di mana 1.200 di antaranya berasal dari penduduk Ward 43 sendiri.

Sebaliknya, survei dari kantor Alderman Knudsen terhadap 470 warga menunjukkan hasil yang kontradiktif, dengan sekitar 60 persen responden diklaim mendukung rencana ekspansi dan penambahan fasilitas lampu lapangan.

Aksi protes ini memperpanjang gesekan menahun antara pihak sekolah dengan komunitas sekitar terkait penggunaan lahan pemukiman yang padat.

Perwakilan penentang dari East Lincoln Park Neighbors menyatakan bahwa jumlah dukungan tertulis yang diklaim pihak sekolah berbanding terbalik dengan besarnya penolakan riil di lapangan.

"We have close to 2,000 signatures in opposition to this project while he’s only citing a couple hundred letters of support," kata Stacy Scapino, East Lincoln Park Neighbors.

Warga yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan mengkhawatirkan dampak jangka panjang proyek terhadap keberlangsungan tempat tinggal mereka.

"We’ve honestly been staying up at night sitting in our living room thinking about what we’re going to do and where we would go," ujar Dipa Shah, warga Lincoln Park.

Kekhawatiran pemindahan paksa membayangi belasan keluarga yang selama ini menetap di area terdampak pembangunan gedung ruang kelas baru.

"We feel like we’re being bulldozed by this private school who feels like they can do what they want with impunity," ucap Liz Metzger, warga Lincoln Park.

Ia menambahkan adanya ketidaksesuaian antara nilai-nilai progresif yang diusung sekolah dengan tindakan mereka yang berdampak buruk pada komunitas setempat.

"You claim to be a progressive school and have progressive values, but that is not being reflected right now in what you’re doing to our community." kata Liz Metzger, warga Lincoln Park.

Perwakilan warga lain menilai penolakan yang meluas melalui simbol-simbol protes merupakan bentuk nyata ketidaksetujuan kolektif atas proyek tersebut.

"I think this is a good way of showing that the neighborhood generally does not approve," tutur Arden Austin, warga East Lincoln Park.

Ia berpendapat bahwa pihak sekolah memiliki alternatif lahan lain yang tidak terlalu padat penduduk untuk membangun fasilitas olahraga baru.

"For them, a six-acre campus in this densely packed residential neighborhood is not enough," kata Michelle Hoppe Villegas, anggota dewan Mid-North Association.

Isu utama lain yang disoroti adalah konversi bangunan bersejarah di 327–335 W. Belden Ave dari hunian menjadi ruang kelas, yang dinilai mengurangi stok perumahan lokal.

"They’re taking away a lot more housing than they’re providing," ujar Wendy Foster, warga East Lincoln Park.

Ia juga menyayangkan durasi komitmen penyediaan hunian pengganti oleh sekolah yang dianggap terlalu singkat.

"And, it only lasts for 30 years." tambah Wendy Foster, warga East Lincoln Park.

Ketidakpuasan warga juga menyasar integritas pejabat publik setempat yang dinilai lebih berpihak pada institusi swasta berdana besar.

"I don’t think our local officials are standing up for the community and they seem to be standing up for a very, very wealthy minority," cetus Samvith Srinivas, warga Lincoln Park.

Menanggapi protes tersebut, pimpinan yayasan sekolah menegaskan bahwa ekspansi ini bertujuan sosial dan seluruh biaya pembangunannya tidak akan membebani anggaran daerah atau pembayar pajak.

"The reason we’re expanding is because we want to provide more access to a Parker education to children across Chicago particularly students from underserved areas of Chicago," kata Deji Jimoh, Ketua Dewan Pengawas Francis Parker.

Sebagai bagian dari komitmennya, sekolah berjanji mendonasikan 25.000 dolar AS per tahun selama 20 tahun ke depan untuk Lincoln Park High School dan Lincoln Elementary School, serta memberikan prioritas hunian bagi keluarga terdampak.

"It’s disheartening to me that there’s so much misinformation and so much push back and that there’s this feel of you know it’s the community versus Parker, but it’s not we are of this community," tambah Deji Jimoh, Ketua Dewan Pengawas Francis Parker.

Proyek ini masih harus melewati tahapan persetujuan resmi dari Dewan Kota Chicago sebelum legalitas pembangunannya dapat dieksekusi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed