PSSI Daftarkan Stadion Pakansari Menjadi Kandang Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi mendaftarkan Stadion Pakansari Cibinong di Kabupaten Bogor sebagai markas Timnas Indonesia untuk mengarungi babak fase grup turnamen bergengsi Piala AFF 2026 pada hari Jumat (29/5/2026).
Langkah strategis ini diambil guna memastikan skuad Garuda memiliki infrastruktur yang siap menjelang kompetisi sepak bola terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Turnamen Piala AFF 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 24 Juli hingga 26 Agustus 2026 mendatang.
Berdasarkan hasil undian resmi, Timnas Indonesia masuk ke dalam Grup A bersama tim kuat Vietnam, Kamboja, Singapura, serta pemenang babak kualifikasi antara Brunei Darussalam atau Timor Leste.
Format pertandingan pada fase grup menggunakan sistem round-robin di mana setiap negara peserta akan melakoni total empat pertandingan.
Dari empat laga tersebut, Indonesia mendapatkan kesempatan dua kali bertindak sebagai tuan rumah dan dua kali bertindak sebagai tim tamu di laga tandang.
Berikut adalah rincian jadwal pertandingan yang akan dilakoni anak asuh pelatih Timnas Indonesia pada babak penyisihan grup:
- 27 Juli 2026: Indonesia menjamu Kamboja (Laga Kandang)
- 3 Agustus 2026: Indonesia menjamu Vietnam (Laga Kandang)
- Laga Tandang: Indonesia melawan Singapura (Laga Tandang)
- Laga Tandang: Indonesia melawan pemenang kualifikasi antara Brunei Darussalam atau Timor Leste (Laga Tandang)
Pertandingan pembuka skuad Garuda diperkirakan bergulir pada akhir Juli 2026, atau tepat setelah seluruh rangkaian perhelatan akbar Piala Dunia 2026 selesai diselenggarakan.
Alasan PSSI Memilih Stadion Pakansari
Penunjukan stadion yang diresmikan sejak tahun 2014 ini didasarkan pada pertimbangan kesiapan fasilitas dan aspek teknis penyelenggaraan pertandingan internasional.
Managing Director PT Garuda Sepakbola Indonesia (GSI), Marsal Masita, memberikan konfirmasi resmi mengenai pemilihan venue untuk pertandingan babak penyisihan grup ini.
"Jadi dua pertandingan fase grup yang kami daftarkan ke AFF itu main di Stadion Pakansari," ujar Marsal Masita terkait keputusan penetapan markas tim nasional tersebut.
Stadion Pakansari memiliki kapasitas yang cukup besar dengan mampu menampung sekitar 30.000 tempat duduk penonton untuk mendukung perjuangan tim Garuda di lapangan.
Meskipun atap Stadion Pakansari sempat mengalami kerusakan akibat diterpa angin kencang di wilayah Kabupaten Bogor, proses perbaikan intensif terus dijalankan secara berkala.
Prosedur pembenahan sarana kini difokuskan pada perbaikan struktur atap secara menyeluruh serta pemeliharaan area rumput lapangan pertandingan agar memenuhi standar regulasi.
Opsi Stadion Utama Gelora Bung Karno
Selain menyiapkan Stadion Pakansari untuk laga penyisihan grup, PSSI tetap mempersiapkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta sebagai opsi untuk fase selanjutnya.
Pecinta sepak bola nasional sempat memunculkan pertanyaan seperti "kenapa timnas tidak main di gbk" sejak awal babak penyisihan grup turnamen ini bergulir.
PSSI mengonfirmasi bahwa SUGBK disiapkan secara khusus untuk mengantisipasi jika Timnas Indonesia berhasil lolos dari fase grup menuju babak semifinal dan final.
Berikut adalah perbandingan kapasitas dan fungsi stadion yang didaftarkan oleh PSSI untuk agenda turnamen sepak bola musim ini:
| Nama Stadion | Lokasi | Kapasitas Penonton | Fase Pertandingan |
|---|---|---|---|
| Stadion Pakansari | Kabupaten Bogor | 30.000 Kursi | Fase Grup (Kamboja & Vietnam) |
| Stadion Utama Gelora Bung Karno | Jakarta Pusat | 78.000 Kursi | Fase Gugur (Semifinal & Final) |
Kondisi ini berbeda dengan agenda FIFA Series pada Jumat, 27 Maret 2026 lalu ketika skuad Merah Putih berkesempatan bertanding menjamu Saint Kitts and Nevis langsung di SUGBK.
Saat ini koordinasi dengan pengelola stadion dan pihak keamanan setempat terus dimatangkan demi kelancaran pelaksanaan pertandingan internasional di Bogor nanti.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow