Carlos Queiroz Sebut Tekanan Piala Dunia 2026 Ada di Kubu Inggris
Tekanan besar kini berada di kubu tim nasional Inggris menjelang laga krusial Grup L Piala Dunia 2026 melawan Ghana di Stadion Boston pada Selasa, 23 Juni 2026, menurut pernyataan pelatih kepala Ghana, Carlos Queiroz. Pertandingan yang berlangsung di Foxborough ini menjadi penentu bagi kedua tim, di mana kemenangan akan memastikan tiket menuju babak 32 besar fase gugur di turnamen yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tersebut. Queiroz menilai status bertabur bintang yang dimiliki lawannya membuat skuad asuhan Thomas Tuchel tersebut memikul beban lebih besar sebagai favorit juara.
"Salah satu tim di lapangan mungkin masuk dalam daftar kandidat juara Piala Dunia," ujar Carlos Queiroz, Pelatih Kepala Ghana.
Skuad Inggris yang dia maksud diperkuat oleh pemain-pemain top seperti Harry Kane dari Bayern Munich, Jude Bellingham dari Real Madrid, dan Bukayo Saka dari Arsenal. "Jadi tanggung jawab penuh dari pertandingan ini ada pada lawan kami," tambah Carlos Queiroz, Pelatih Kepala Ghana.
Meski begitu, pelatih yang mulai menjabat sejak April menggantikan Otto Addo ini mengakui timnya juga merasakan tekanan untuk lolos setelah menang atas Panama. "Ini bukan bagian dari kompetisi di mana pemenang mendapatkan 'segalanya atau tidak sama sekali'," kata Carlos Queiroz, Pelatih Kepala Ghana.
Kemenangan tipis lewat gol larut Caleb Yirenkyi di Toronto memberikan modal awal bagi tim berjuluk Black Stars tersebut sebelum menghadapi Kroasia pada laga pamungkas di Philadelphia. "Kami telah mendapatkan poin yang menempatkan kami dalam posisi untuk meloloskan tim ke babak kedua kompetisi," kata Carlos Queiroz, Pelatih Kepala Ghana. Queiroz menegaskan kesiapan timnya menghadapi tantangan besar dari tim Tiga Singa.
"Kami menghadapi tantangan besar dan kami tahu ini adalah pertandingan penting bagi kedua tim," tutur Carlos Queiroz, Pelatih Kepala Ghana.
Selain itu, Ghana mendapat suntikan kekuatan dengan kembalinya gelandang veteran Thomas Partey yang sempat absen karena masalah visa masuk Kanada terkait kasus hukum yang menjeratnya di Inggris. Queiroz pun berjanji skuadnya akan menunjukkan semangat juang tinggi sampai akhir. "Jika Inggris menyerang dari kiri, kami menghentikan mereka di kiri dan kami pergi ke kanan.
Jika mereka masuk ke sana, kami pergi," kata Carlos Queiroz, Pelatih Kepala Ghana. Strategi bertahan dan menyerang balik akan diterapkan secara total oleh Ghana untuk meredam agresivitas lini depan Inggris.
"Kami akan menghentikan mereka di udara dan jika mereka turun, kami menggunakan kapal selam! Kami harus berjuang selama 90 menit," cetus Carlos Queiroz, Pelatih Kepala Ghana.
Di sisi lain, manajer Inggris Thomas Tuchel mengantisipasi gaya bermain Ghana yang dinilainya berbeda dari Kroasia, tim yang mereka kalahkan 4-2 sebelumnya melalui dua gol Harry Kane di Dallas. "Namun itulah keindahannya," kata Thomas Tuchel, Manajer Inggris.
Pelatih berusia 52 tahun asal Jerman tersebut menambahkan bahwa variasi budaya sepak bola adalah esensi dari turnamen dunia. "Kami bermain di Piala Dunia. Kami menghadapi budaya yang berbeda, tim nasional yang berbeda, dan pendekatan yang berbeda terhadap pertandingan," tambah Thomas Tuchel, Manajer Inggris.
Tuchel menegaskan pentingnya adaptasi bagi anak asuhnya demi mengamankan poin penuh sebelum laga terakhir grup melawan Panama. "Tergantung pada kami untuk beradaptasi dan membawa kekuatan kami serta cukup menghormati untuk beradaptasi dengan kekuatan lawan kami," pungkas Thomas Tuchel, Manajer Inggris.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow