Rahasia FIFA Terbongkar, Trofi Man of the Match Piala Dunia 2026 Ternyata Ada Dua Versi
Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengungkapkan adanya detail tersembunyi dalam penyerahan penghargaan Pemain Terbaik Pertandingan (Man of the Match) selama gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.
Satu hal yang tidak banyak diketahui publik adalah penyediaan dua versi trofi yang berbeda untuk mengantisipasi regulasi terkait minuman beralkohol serta preferensi pribadi para pemain bintang.
Dua Versi Trofi Mengakomodasi Aturan dan Agama
Versi trofi pertama menampilkan logo Michelob ULTRA sebagai sponsor resmi penghargaan, sementara versi kedua dibuat netral tanpa logo atau merek iklan apa pun demi menghormati para pemain.
Surat kabar Spanyol "Marca" melaporkan bahwa FIFA menggunakan salinan tanpa logo untuk menghormati pertimbangan agama serta bagi pemain yang masih di bawah umur sesuai hukum negara tuan rumah.
Di Amerika Serikat yang menjadi tuan rumah turnamen, usia legal mengonsumsi alkohol adalah 21 tahun, sehingga pemain muda seperti Lamine Yamal otomatis menerima versi netral.
| Jenis Trofi | Karakteristik Visual | Kriteria Penggunaan Pemain |
|---|---|---|
| Versi Sponsor | Memiliki logo Michelob ULTRA | Pemain usia 21+ tanpa keberatan komersial/agama |
| Versi Netral | Tanpa logo merek iklan | Pemain di bawah 21 tahun atau alasan agama/pribadi |
Sikap Pribadi Kylian Mbappe Terkait Hak Citra
Kapten tim nasional Prancis, Kylian Mbappe, menjadi pengecualian karena memilih versi netral berdasarkan sikap pribadi yang konsisten menolak promosi alkohol, perjudian, atau produk makanan tertentu.
Sikap tegas penyerang Real Madrid ini sebelumnya sempat memicu krisis internal dengan Federasi Sepak Bola Prancis pada tahun 2022 terkait masalah hak eksploitasi citra pemain secara komersial.
Kontroversi Sistem Pemungutan Suara Penggemar
Mekanisme pemilihan pemenang penghargaan ini juga memicu perdebatan karena sepenuhnya mengandalkan pemungutan suara terbuka dari para penggemar melalui situs resmi milik FIFA secara daring.
Sistem ini dinilai lebih menguntungkan pemain yang memiliki popularitas global yang tinggi ketimbang performa nyata dari para pemain lain di atas lapangan hijau selama pertandingan.
"Sebenarnya, saya tidak pantas mendapatkan penghargaan itu; ada pemain lain yang bermain lebih baik daripada saya," kata Jude Bellingham, Sabtu (11/07/2026).
Kejadian serupa menimpa Lamine Yamal saat Spanyol mengalahkan Austria 3-0, di mana Mikel Oyarzabal mencetak dua gol namun Yamal yang justru mendapatkan trofi tersebut.
| Pertandingan Piala Dunia | Pemain yang Menang Voted | Pemain yang Dinilai Lebih Layak |
|---|---|---|
| Inggris vs Ghana | Jude Bellingham | Pemain Inggris/Ghana Lainnya |
| Spanyol vs Austria | Lamine Yamal | Mikel Oyarzabal (2 Gol) |
Intervensi FIFA dalam Menjaga Validitas Hasil
Untuk mengantisipasi adanya manipulasi suara, FIFA menugaskan pejabat khusus guna meninjau hasil pemungutan suara publik sebelum disahkan dan diumumkan secara resmi kepada media.
Jika terdapat pemain yang hanya tampil beberapa menit tanpa kontribusi signifikan namun memimpin perolehan suara akibat kampanye terorganisir, maka FIFA berhak membatalkan hasil tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow