Lamine Yamal Disebut Pewaris Messi, Rangnick Tak Mau Austria Berjumpa Spanyol

Smallest Font
Largest Font

Pelatih tim nasional Austria Ralf Rangnick mengkhawatirkan potensi pertemuan dengan tim nasional Spanyol pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 karena keberadaan penyerang muda berbakat Lamine Yamal.

Austria saat ini menempati posisi kedua klasemen sementara Grup J di bawah Argentina, sementara Spanyol diproyeksikan lolos sebagai juara Grup H bersama Uruguay yang membayangi di peringkat kedua.

Sesuai regulasi turnamen, juara Grup J akan berhadapan dengan runner-up Grup H, sedangkan runner-up Grup J dijadwalkan bertanding melawan juara Grup H pada fase gugur.

Potensi Pertemuan Austria dan Spanyol

Kemungkinan bertanding melawan Spanyol menjadi perhatian serius bagi skuad Austria mengingat performa impresif tim matador yang sukses menjuarai gelaran Euro 2024 lalu bersama Lamine Yamal.

Ralf Rangnick memuji kualitas penyerang berusia 18 tahun tersebut dan menilai sang pemain memiliki kapasitas besar untuk menyamai pencapaian legenda sepak bola dunia asal Argentina, Lionel Messi.

"Ini juga salah satu negara yang sudah menorehkan sejarah di dunia sepakbola belakangan ini, dan juga punya Yamal, salah satu superstas sejati berikutnya," ungkap Ralf Rangnick, Senin (22 Jun 2026).

"Saya membayangkan kalau dia menjaga diri tetap sehat dan rendah hati, dia bisa mencapai level seperti Lionel Messi." kata Ralf Rangnick, Senin (22 Jun 2026).

Tim Main Menang Seri Kalah Poin
Meksiko 2 2 0 0 6
Korea Selatan 2 1 0 1 3
Ceko 2 0 1 1 1
Afrika Selatan 2 0 1 1 1

Perbandingan Rekor Cedera Yamal dan Messi

Kendati memiliki bakat besar, Lamine Yamal tercatat mengoleksi cedera otot minor yang lebih banyak pada usia 18 tahun jika dibandingkan dengan catatan medis Lionel Messi pada usia serupa.

Lionel Messi yang berkarier hampir 22 tahun hingga usia menjelang 39 tahun dikenal memiliki ketahanan fisik tinggi dan relatif jarang mengalami cedera buruk sepanjang karier profesionalnya.

Cedera terparah yang pernah dialami Lionel Messi adalah patah tulang metatarsal pada tahun 2006 silam yang memaksanya istirahat dari lapangan hijau selama hampir tiga bulan.

Selebihnya, Lionel Messi hanya tercatat pernah mengalami dua kali masalah otot hamstring, cedera adductor, serta gangguan ligamen pergelangan kaki dengan masa pemulihan masing-masing selama dua bulan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed