Ray Rangkuti Soroti Penyebab Penurunan Kepuasan Publik Terhadap Prabowo
Pengamat Politik sekaligus Direktur Lima Madani Indonesia, Ray Rangkuti, menyoroti sejumlah faktor utama yang menyebabkan anjloknya tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga menyentuh angka 51,1 persen berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).
Sorotan tersebut disampaikan oleh Ray dalam diskusi bertajuk Prabowo Merosot, Londo Ireng Disebut yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (30/7/2026). Menurut pengamatannya, penurunan tingkat kepercayaan masyarakat sudah terlihat dari maraknya berbagai kritik dalam bentuk lelucon di ruang publik digital.
"Saya kira cara melihat apakah suatu rezim itu disukai atau tidak publik, itu dilihat dari sejauh apa pemerintahnya dihormati. Tingkat kejengkelan publik terhadap pemerintah direfleksikan dengan cara dileluconkan," kata Ray dalam acara diskusi Prabowo Merosot, Londo Ireng Disebut di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Ray memaparkan lima masalah mendasar yang memicu ketidakpuasan publik terhadap rezim saat ini. Permasalahan utama bersumber dari carut-marut pengelolaan sektor ekonomi, terutama tingginya tingkat pengangguran. Selain itu, tata kelola pemerintahan dinilai tidak profesional akibat tingginya keterlibatan unsur militer dan kepolisian pada ranah sipil.
Faktor berikutnya meliputi minimnya partisipasi publik karena program pemerintah cenderung bersifat satu arah dan berbasis komando. Ray juga menyentuh gaya komunikasi Presiden Prabowo yang kerap menggunakan diksi kontroversial seperti "Londo Ireng" dan "Antek Asing", serta lemahnya peran Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah yang dianggap lebih fokus merilis narasi tandingan ketimbang menjembatani aspirasi warga.
"Pak Prabowo mengelola negara dengan cara tahun 70an, 80an, 90an di era anak baru Gen Z, milenial seperti sekarang. Engga konek," kata Ray.
Melihat perkembangan tersebut, Ray menyarankan agar pihak istana tidak lagi bersikap acuh dan segera memanfaatkan temuan survei ini sebagai pijakan evaluasi. Penurunan angka kepuasan hingga 51,1 persen pada Juli 2026 menunjukkan kemerosotan tajam jika dibandingkan dengan capaian kepuasan publik sebesar 81,2 persen pada November 2025.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow