Remaja Down Syndrome di Almont Sukses Jalankan Bisnis Olahan Kuda
Sidney Schau, seorang remaja berusia 19 tahun penderita Down syndrome asal Almont, North Dakota, berhasil membangun bisnis olahan pakan kuda bernama Sidney’s Bronco Tamers secara mandiri. Usaha yang dijalankan dari kemasan wadah ember tersebut memberikan tujuan hidup serta rasa tanggung jawab baru bagi dirinya.
Dalam aktivitas usahanya, Sidney mengemas makanan ringan beraroma apel ke dalam 30 ember berkapasitas dua galon secara manual menggunakan tangannya sendiri. Setiap ember yang siap dipasarkan juga dilengkapi dengan kartu bertanda tangan langsung dari Sidney sebelum ditutup rapat.
Ibu dari Sidney, Jackie Schau, memberikan penjelasannya terkait ketelitian putrinya dalam mengemas pakan tersebut.
"She’s really good at filling the buckets," kata Jackie Schau, ibu Sidney.
Meskipun kedua orang tuanya turut membantu operasional harian, kepemilikan dan kendali utama usaha ini tetap berada di tangan Sidney.
Ayah Sidney, Tyler Schau, menegaskan bahwa fokus utama pembentukan bisnis ini adalah untuk melatih kemandirian serta memberi penghasilan bagi putrinya.
"It’s always been about a purpose, something that she’s got some ownership and a stake in and develop some responsibilities, and it does provide a little income for her," kata Tyler Schau, ayah Sidney.
Perubahan positif juga dialami Sidney sejak mengelola usahanya sendiri, terutama dalam berinteraksi dengan orang lain.
"She’s become more outgoing," kata Tyler.
Ia menambahkan bagaimana kepribadian putrinya berkembang seiring meningkatnya rasa tanggung jawab.
"Her personality has changed. She’s taken a lot more ownership," kata Tyler.
Jackie Schau kembali menambahkan perkembangan emosional dan sosial yang ditunjukkan oleh Sidney sejak mengelola bisnis ini.
"She was exactly what we needed," kata Jackie.
Orang tuanya selalu merayakan setiap kemajuan kecil yang dicapai Sidney, termasuk kemampuannya berkomunikasi saat berjualan.
"We celebrate all those huge things like she had a conversation with somebody at the rodeo about that’s big for us. And being able to count money and, and handle money and, and start to make some of those connections have really been rewarding," kata Jackie.
Selain makanan ringan, setiap ember pakan juga disisipkan kutipan ayat Alkitab yang dimasukkan secara acak.
"Seems like you always end up reading one that you needed to see," kata Jackie.
Sebelum diselipkan, Jackie membacakan ayat-ayat tersebut kepada Sidney sebagai bagian dari pembelajaran nilai-nilai keagamaan keluarga mereka.
"We just thought this was a great opportunity to do some discipleship. I think it’s just a really good reminder that you can walk in faith and it’s okay to talk about it," kata Jackie.
Ia juga menyepadankan keterbukaan membahas iman dengan kesadaran masyarakat terhadap kondisi Down syndrome.
"It’s kind of like Down Syndrome. Everybody gets a little bit uncomfortable when you talk about that. I think it’s just something that we should feel free to be open about having a conversation," kata Jackie.
Produk pakan kuda ini diproduksi oleh pabrik The Mill di Glen Ullin. Sidney memasarkannya secara langsung di ajang rodeo di seluruh negara bagian, beberapa toko pengecer lokal North Dakota, serta melayani pengiriman ke seluruh wilayah Amerika Serikat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow