Roberto Martinez Akhiri Masa Jabatan Usai Portugal Gagal di Piala Dunia 2026
Langkah Timnas Portugal di Piala Dunia 2026 dipastikan terhenti sekaligus menandai berakhirnya era kepemimpinan Roberto Martinez. Sang pelatih telah melakoni pertandingan terakhirnya dalam menukangi skuad Selecao das Quinas.
Kegagalan ini dipastikan setelah Portugal menelan kekalahan tipis 0-1 dari Spanyol pada laga babak 16 besar yang berlangsung di Dallas, Selasa (7/7) dinihari WIB. Gol tunggal dari Mikel Merino pada masa injury time menjadi penentu hasil pertandingan tersebut.
Catatan Performa Roberto Martinez Bersama Portugal
Roberto Martinez memutuskan pergi setelah menyelesaikan masa bakti selama empat tahun bersama Timnas Portugal. Selama periode kepelatihannya, juru taktik asal Spanyol tersebut berhasil mempersembahkan satu trofi UEFA Nations League untuk publik Portugal.
| Metrik | Jumlah / Catatan |
|---|---|
| Durasi Melatih | 4 Tahun |
| Total Pertandingan | 45 Laga |
| Total Kemenangan | 32 Kemenangan |
| Trofi Didapat | 1 (UEFA Nations League) |
Keputusan mundur ini juga didasari oleh pergantian kepemimpinan di federasi sepak bola Portugal. Martinez merasa bahwa manajemen baru berhak menentukan arah masa depan tim dengan menunjuk arsitek strategi yang baru sesuai visi mereka.
"Ini adalah akhir dari sebuah siklus, dan penting untuk memiliki suara baru sekarang," kata Martinez, Selasa (7/7).
"Saya pikir sangat adil bahwa presiden, Bapak Pedro Proenca (diangkat pada tahun 2025), memiliki kesempatan untuk memilih manajernya sendiri. Itu sepenuhnya sah," kata Martinez, Selasa (7/7).
Apresiasi untuk Jajaran Manajemen dan Suporter
Meskipun harus menyudahi kerja sama lebih cepat dari target utama di turnamen ini, Martinez tetap menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas fasilitas dan kepercayaan penuh yang telah diberikan oleh pihak federasi selama ini.
"Saya ingin berterima kasih kepada presiden dan dewan atas dukungan mereka dan karena sudah menyediakan semua kondisi yang diperlukan bagi saya dan staf pelatih saya. Saya menghargai kekuatan dan dukungan mereka, tetapi ini adalah akhir dari sebuah siklus," kata Martinez, Selasa (7/7).
"Saya membawa kenangan ini bersama saya, dan saya berharap rakyat Portugal juga akan memiliki kenangan indah tentang tiga setengah tahun ini, yang merupakan beberapa tahun terbaik dalam hidup saya," kata Martinez, Selasa (7/7).
Mantan pelatih Everton tersebut juga menegaskan bahwa target utamanya sejak awal mendarat di Portugal adalah meraih trofi tertinggi sepak bola dunia. Baginya, kegagalan mencapai target tersebut membuat kerja sama ini tidak perlu diperpanjang lagi.
"Fokus saya ketika datang ke Portugal adalah untuk memenangkan Piala Dunia. Saya percaya bahwa tanpa memenangi Piala Dunia, tidak masuk akal untuk terus lanjut. Dewan dan presiden sekarang memiliki kesempatan untuk memilih manajer mereka sendiri. Presiden selalu mendukung pekerjaan saya, tetapi kontrak saya berakhir hari ini, jadi tidak banyak lagi yang bisa dikatakan," ucap Roberto Martinez, Selasa (7/7).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow