Roberto Martinez Tegaskan Portugal Bebas Tekanan di Houston

Smallest Font
Largest Font

Pelatih tim nasional Portugal Roberto Martinez menegaskan kesiapan skuadnya menjelang pertandingan kedua Grup K Piala Dunia 2026 melawan Uzbekistan di Houston, Amerika Serikat, pada Senin (22/6/2026). Martinez menyatakan kebersamaan timnya justru semakin solid setelah menuai kritik akibat hasil imbang pada laga perdana.

Kritik tersebut muncul menyusul hasil imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo, di mana Portugal mendominasi penguasaan bola namun hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran dari tujuh upaya melalui sundulan Joao Neves. Martinez mengakui bahwa pasukannya kehilangan disiplin dan struktur permainan setelah 20 menit pertama, sebuah evaluasi yang akan diperbaiki saat menghadapi Uzbekistan.

"Kami kuat dan fokus. Dan kelompok kami bahkan lebih bersatu dari sebelumnya. Ini adalah sebuah proses. Ketegangan bukan bagian dari tim kami," kata Roberto Martinez, Pelatih Portugal.

Mantan pelatih Belgia tersebut juga menambahkan bahwa dinamika eksternal tidak memengaruhi persiapan taktis yang dilakukan oleh anak asuhnya di dalam kamp latihan.

"Adalah hal normal untuk menerima kritik setelah hasil yang buruk. Terkadang itu tidak adil atau negatif, tetapi itu bukan bagian dari bagaimana kami bersiap," ujar Roberto Martinez, Pelatih Portugal.

Mengenai kondisi kelengkapan tim, semua pemain Selecao das Quinas siap diturunkan kecuali Tomas Araujo, termasuk bek veteran Ruben Dias yang sebelumnya absen pada laga pembuka. Selain masalah kebugaran, Martinez memberikan pembelaan khusus bagi kapten Cristiano Ronaldo yang performanya sempat dikritik tajam dan didesak untuk dicadangkan.

"Kami adalah tim yang menginginkan bola. Kami ingin bertahan dan bereaksi dengan cepat. Kami ingin melakukan serangan balik dengan cepat. Anda membutuhkan pemain yang membuka ruang dengan pergerakan dan Cristiano adalah salah satu yang terbaik untuk melakukan itu," kata Roberto Martinez, Pelatih Portugal.

Menurut Martinez, dedikasi penyerang berusia 41 tahun tersebut untuk tim nasional masih sangat tinggi dan menjadi contoh penting bagi para pemain muda lainnya.

"Dia adalah pemain yang telah membela dan bermain untuk negaranya dalam waktu yang lama dan dia ingin terus berkembang untuk tim. Dia benar-benar panutan bagi tim," tutur Roberto Martinez, Pelatih Portugal.

Kemenangan atas Uzbekistan menjadi target mutlak bagi Portugal demi menjaga peluang lolos ke fase gugur, mengingat Kolombia saat ini memimpin klasemen Grup K setelah mengalahkan Uzbekistan dengan skor 3-1.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed