Rupiah Melemah ke Rp17.966 per Dolar AS Akibat Tekanan Global
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merosot sebesar 127,5 poin atau 0,71 persen ke level Rp17.966 pada penutupan perdagangan Rabu sore di Jakarta. Kemerosotan mata uang Garuda yang mendekati angka Rp18.000 ini dipicu oleh perpaduan sentimen eksternal dan kondisi ekonomi domestik.
Kondisi eksternal dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang meningkat setelah operasi militer Israel di Lebanon selatan berlanjut dan dugaan penembakan rudal balistik oleh Iran ke Kuwait serta Bahrain. Selain itu, lonjakan harga minyak dunia memicu kekhawatiran inflasi global yang memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi, terlebih setelah data lowongan kerja AS pada April 2026 meningkat secara tak terduga.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa situasi perundingan global saat ini masih diselimuti ketidakpastian.
"Putaran pembicaraan lain yang melibatkan Israel dan Lebanon dijadwalkan pada hari Rabu, sementara ketidakpastian masih berlanjut mengenai negosiasi antara Washington dan Teheran," ujar Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Kebuntuan perundingan tersebut terindikasi dari laporan media Iran mengenai ketiadaan komunikasi antara Teheran dan Washington. Sementara dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah diperberat oleh kenaikan inflasi Mei 2026 yang mencapai 0,28 persen secara bulanan akibat faktor harga pangan bergejolak, harga energi, tarif yang diatur pemerintah, serta pelemahan kurs.
Meskipun demikian, Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia April 2026 masih surplus sebesar 89,1 juta dolar AS, yang ditopang kinerja nonmigas sebesar 3,53 miliar dolar AS sekaligus mempertahankan tren surplus selama 72 bulan berturut-turut.
Namun, penurunan tajam pada nilai surplus perdagangan tersebut tetap memberikan indikasi adanya tekanan ekonomi yang nyata.
"Namun kalau di lihat secara statistik, surplus perdagangan April menyempit tajam, menggarisbawahi tekanan pada daya beli dan ketahanan eksternal akibat pasokan global yang tersendat akibat Selat Hormuz di blokade oleh pasukan garda revolusi Iran yang sampai saat ini belum ada kejelasan kapan akan dibuka kembali," jelas Ibrahim.
Untuk perdagangan hari Kamis besok, nilai tukar rupiah diproyeksikan akan bergerak fluktuatif pada kisaran Rp17.960 hingga Rp18.030 per dolar AS.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow