3 Kebiasaan Sederhana Sebelum Tidur yang Bisa Membuat Tubuh Lebih Rileks
Tidur merupakan kebutuhan penting bagi tubuh manusia. Namun, tidak semua orang bisa langsung terlelap dengan mudah ketika sudah berada di atas tempat tidur pada malam hari.
Pikiran yang masih sibuk, paparan layar gawai, hingga kebiasaan buruk sebelum tidur sering kali menjadi faktor utama yang membuat proses beristirahat menjadi terasa lebih sulit.
Seorang dokter sekaligus spesialis kesehatan tidur, Dr. Angela Holliday-Bell, membagikan rutinitas sebelum tidur yang ia lakukan untuk membantu tubuh dan pikiran bersiap beristirahat.
Manfaat Rutinitas Relaksasi Malam
Kebiasaan ini diterapkan oleh Dr. Angela Holliday-Bell setelah dirinya pernah mengalami gangguan tidur atau insomnia saat masih menjalani pendidikan kedokteran beberapa waktu lalu.
| No | Aktivitas Rutinitas | Target Waktu pelaksanaan |
|---|---|---|
| 1 | Meredupkan lampu rumah | 1 jam sebelum tidur |
| 2 | Mengaktifkan mode Jangan Ganggu | 1 jam sebelum tidur |
| 3 | Membaca buku atau meditasi | 15 menit sebelum tidur |
Langkah pertama yang disarankan adalah mengubah pencahayaan. Dr. Angela Holliday-Bell menyarankan untuk meredupkan lampu sekitar satu jam sebelum waktu tidur guna menciptakan tanda bahwa aktivitas harian mulai berakhir.
Meredupkan Cahaya dan Menjaga Ketenangan
Bagi Dr. Angela Holliday-Bell, ia mulai meredupkan lampu sekitar pukul 21.00 jika waktu tidurnya dijadwalkan pukul 22.00 malam.
Ia juga mengaktifkan mode 'Jangan Ganggu' pada ponsel pintar miliknya agar tidak mudah tergoda untuk membuka dan melihat layar gawai.
“Dengan mengurangi paparan cahaya, saya memberi sinyal kepada otak bahwa sudah waktunya bersiap tidur dan merangsang melatonin,” kata Holliday-Bell, Kamis (16/7/2026).
Selain mengurangi cahaya, suasana kamar tidur juga dapat dibuat menjadi lebih nyaman. Dr. Angela Holliday-Bell memilih musik yang menenangkan sebagai bagian dari rutinitas malamnya.
Ia juga menyalakan lilin beraroma, terutama dengan aroma lavender, untuk membangun suasana rileks di dalam kamar.
Sambil mendengarkan musik dan menikmati suasana kamar yang tenang, ia melakukan perawatan kulit wajah serta menyikat gigi.
Kebiasaan tersebut membuat aktivitas sebelum tidur terasa lebih menyenangkan. Momen ini membantu membangun suasana yang dinantikan setelah menjalani hari yang panjang.
Menenangkan Pikiran Sebelum Tidur
Pikiran yang terus aktif dan berpikir keras sering kali membuat seseorang menjadi sulit untuk memejamkan mata dengan tenang.
Oleh karena itu, sekitar 15 menit sebelum tidur, Dr. Angela Holliday-Bell selalu menjauhkan ponselnya dan mulai membaca buku fisik.
Aktivitas membaca ini terbukti membantunya mengalihkan perhatian dari rasa kecemasan atau berbagai hal yang terjadi sepanjang hari.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow