Saham ASML Anjlok Akibat Isu Ekspor Mesin Cip ke Tiongkok
Penurunan harga saham ASML Holding terjadi di bursa Amsterdam pada Jumat, 19 Juni 2026, setelah munculnya ketegangan baru terkait kontrol ekspor teknologi litografi canggih ke Tiongkok yang menghentikan reli saham sektor kecerdasan buatan (AI). Saham raksasa peralatan cip asal Eropa tersebut tergelincir 0,6 persen ke level €1.666,00 pada pukul 13.37 CEST, setelah sebelumnya sempat menyentuh titik terendah harian di angka €1.631,40 menurut data Google Finance. Koreksi ini dipicu oleh laporan Bloomberg mengenai kekhawatiran Menteri Perdagangan Amerika Serikat Howard Lutnick bahwa salah satu mesin litografi Extreme Ultraviolet (EUV) milik ASML telah memasuki pasar Tiongkok. Merespons laporan tersebut, produsen semikonduktor asal Belanda ini segera memberikan klarifikasi resmi kepada Reuters untuk meredakan kekhawatiran pasar mengenai kepatuhan regulasi.
"ASML has never shipped an EUV machine to China, and we have also never shipped any components, modules, or equipment specifically designed for," tegas ASML dalam pernyataan resminya.
Meskipun mengalami penurunan akibat isu politik, posisi pasar ASML secara keseluruhan dinilai tetap kokoh karena permintaan infrastruktur AI yang masif, di mana perusahaan memproyeksikan penjualan bersih tahun 2026 mencapai antara €36 miliar hingga €40 billion. Sebelumnya pada April 2026, perusahaan mencatatkan penjualan bersih kuartal pertama sebesar €8,8 miliar dengan laba bersih mencapai €2,8 miliar di tengah keterbatasan kapasitas pasokan industri global.
"Demand for chips is outpacing supply," kata Christophe Fouquet, CEO ASML. Sentimen geopolitik ini berpotensi menekan bisnis ASML mengingat Tiongkok menyumbang 33 persen dari total pendapatan perusahaan pada tahun 2025, meskipun angka tersebut diproyeksikan turun menjadi 20 persen pada tahun ini akibat pengetatan izin ekspor dari pemerintah Belanda dan AS.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow