Saham Hillcon Pimpin Top Losers Saat IHSG Melesat ke Level 8212

Smallest Font
Largest Font

Saham PT Hillcon Tbk dengan kode emiten HILL memimpin jajaran saham berkinerja terburuk atau top losers mingguan di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Rabu, 27 Mei 2026. Berdasarkan data perdagangan terkini, saham HILL mengalami penurunan tajam di saat Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG justru bergerak menguat signifikan.

Kondisi pergerakan pasar modal hari ini menunjukkan adanya anomali yang cukup kontras antara pergerakan indeks utama dengan sejumlah saham sektor tertentu. Para investor cenderung melakukan aksi ambil untung massal pada emiten yang telah jenuh beli, sehingga menekan harga saham tersebut ke zona merah.

Menurut data resmi dari Bursa Efek Indonesia, saham HILL tercatat merosot hingga 33,33 persen secara mingguan. Harga saham emiten yang bergerak di bidang jasa pertambangan ini jatuh dari posisi Rp120 menjadi Rp80 per lembar saham. Penurunan ini memperparah kinerja saham perusahaan sepanjang tahun berjalan.

Jika dihitung sepanjang year to date atau ytd tahun 2026, koreksi nilai kapitalisasi saham HILL bahkan telah mencapai lebih dari 47 persen. Pelemahan ini menempatkan perusahaan di posisi teratas daftar saham yang paling merugikan investor dalam sepekan terakhir.

Selain HILL, terdapat beberapa emiten lain yang juga mengalami tekanan jual yang cukup masif pada periode perdagangan yang sama. Berikut adalah daftar sepuluh emiten yang masuk dalam kategori top losers mingguan:

  • PT Hillcon Tbk (HILL) turun 33,33 persen menjadi Rp80
  • PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) terkoreksi 24,44 persen menjadi Rp680
  • PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) turun 20,16 persen menjadi Rp1.940
  • PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) melemah 14,44 persen menjadi Rp160
  • PT Lion Metal Works Tbk (LION) turun 14,05 persen menjadi Rp520
  • PT Homeco Victoria Makmur Tbk (HOMI) terkoreksi 13,89 persen menjadi Rp310
  • PT Inti Famili Internasional Tbk (IFII) melemah 11,11 persen menjadi Rp240
  • PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) turun 9,71 persen menjadi Rp158
  • PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) turun 9,09 persen menjadi Rp240
  • PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMOR) turun 7,89 persen menjadi Rp350

Kontras dengan Lonjakan IHSG

Kejatuhan harga saham HILL dan emiten top losers lainnya berbanding terbalik dengan performa IHSG secara keseluruhan yang tampil perkasa. Berdasarkan data penutupan pasar perdagangan, IHSG BEI terpantau mengalami kenaikan sebanyak 277,01 poin atau melesat sebesar 3,49 persen.

Lonjakan besar tersebut membawa indeks sektoral gabungan kini berada di level 8.212. Bahkan, dalam rentang perdagangan mingguan yang sama, level tertinggi IHSG sempat menyentuh posisi 8.334 sebelum akhirnya mengalami konsolidasi wajar.

IHSG Ditutup Turun ke 8.265 SOTS HILL Huni Top Losers | IDX CHANNEL

Penguatan indeks bursa domestik ini ditopang oleh laju positif sebagian besar sektor saham utama. Investor asing maupun domestik terlihat melakukan akumulasi beli pada saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi penggerak utama pasar.

Berdasarkan laporan statistik otoritas bursa, sektor energi memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 11,94 persen. Sektor konsumer primer mengekor di posisi kedua dengan kenaikan 10,70 persen, diikuti oleh sektor material dasar yang menguat 9,66 persen. Selanjutnya, sektor industri tumbuh 7,94 persen dan sektor transportasi naik 6,67 persen.

Rincian Data Pergerakan Harga Emiten

Untuk memberikan gambaran yang lebih detail mengenai peta pergerakan emiten top losers ini, berikut disajikan tabel perbandingan harga saham sebelum dan sesudah koreksi mingguan yang dihimpun dari data perdagangan TradingView.

Tabel Performa Emiten Top Losers Mingguan Bursa Efek Indonesia per 27 Mei 2026
Kode EmitenHarga Sebelumnya (Rp)Harga Terkini (Rp)Persentase Penurunan
HILL12080-33,33%
NATO900680-24,44%
SOTS2.4301.940-20,16%
DEFI187160-14,44%
LION605520-14,05%
HOMI360310-13,89%
IFII270240-11,11%
KJEN175158-9,71%
BBSS264240-9,09%
AMOR380350-7,89%

Secara nilai nominal penurunan, saham SOTS mencatat pengurangan poin terbesar dengan kehilangan 490 poin, disusul oleh emiten NATO yang merosot sebanyak 220 poin dari harga pekan lalu.

Koreksi mendalam pada saham-saham lini kedua dan ketiga ini dinilai merupakan siklus teknis akibat jenuh beli setelah beberapa pekan sebelumnya sempat mengalami kenaikan yang tidak dibarengi dengan perubahan fundamental yang signifikan.

Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Otoritas Bursa Efek Indonesia terus memantau pergerakan volatilitas saham-saham yang masuk dalam daftar pergerakan tidak wajar ini guna memastikan perdagangan tetap berjalan secara teratur, wajar, dan efisien bagi seluruh pelaku pasar modal.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed