Saham Nvidia Tergelincir di Tengah Rencana IPO Massal Sektor AI
Saham Nvidia mengalami penurunan dalam perdagangan pasca-pasar setelah merilis laporan keuangan terbaru, meskipun pendapatan dari sektor pusat data perusahaan dilaporkan hampir berlipat ganda karena tingginya permintaan unit pemroses grafis (GPU) global.
Dilansir dari CNBC, pergerakan saham raksasa teknologi ini terjadi di tengah koreksi pasar dan kehati-hatian investor yang mulai mencermati prospek margin, panduan perusahaan, serta ketatnya persaingan di industri kecerdasan buatan (AI).
Penurunan saham Nvidia berbanding terbalik dengan situasi di Wall Street, di mana indeks Dow Jones melonjak lebih dari 600 poin akibat meredanya kekhawatiran pasar terhadap suku bunga dan penurunan harga minyak mentah dunia di bawah 100 dolar AS per barel.
Di sisi lain, persaingan di industri kecerdasan buatan semakin intensif menyusul langkah SpaceX milik Elon Musk yang resmi mengajukan prospektus penawaran umum perdana (IPO) dengan target pendanaan mencapai 75 miliar dolar AS.
Langkah strategis tersebut diikuti oleh OpenAI yang bersiap mengajukan draf prospektus IPO secara rahasia pada hari Jumat, sementara pendapatan kuartal kedua kompetitornya, Anthropic, diproyeksikan melonjak hingga mencapai 10,9 miliar dolar AS.
Kabar positif juga datang dari sektor rantai pasok semikonduktor Asia setelah serikat pekerja Samsung Electronics menangguhkan rencana aksi mogok kerja menyusul adanya kesepakatan tentatif terkait upah dan bonus.
Sementara itu, pendiri Amazon dan Blue Origin, Jeff Bezos, turut memberikan pandangannya mengenai kondisi ekonomi terkini yang dinilai sedang mengalami ketimpangan dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Andrew Ross Sorkin dari CNBC pada hari Rabu.
"It's kind of a tale of two economies," ujar Jeff Bezos, Pendiri Amazon.
Dia menambahkan bahwa situasi ekonomi saat ini menunjukkan adanya kontras yang sangat besar di tengah masyarakat Amerika Serikat.
"You have a bunch of people in this country who are doing really well, but you also have a bunch of people in this country who are struggling," kata Jeff Bezos, Pendiri Amazon.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow