Saham TPIA Melemah 14,74 Persen Pascapengumuman Dividen

Smallest Font
Largest Font

Harga saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengalami penurunan tajam sebesar 14,74 persen menjadi Rp2.660 per saham pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia hari Rabu, 20 Mei 2026, tepat setelah perusahaan mengumumkan rencana pembagian dividen.

Berdasarkan data RTI yang dilansir dari Liputan6.com, saham emiten petrokimia ini dibuka melorot ke posisi Rp2.640 dari penutupan hari sebelumnya di angka Rp3.120 per saham. Sepanjang hari perdagangan, TPIA sempat menyentuh level tertinggi Rp2.930 dan level terendah Rp2.660 dengan nilai transaksi mencapai Rp591,9 miliar dari volume 2.173.271 saham yang ditransaksikan sebanyak 26.844 kali, sehingga kapitalisasi pasarnya kini tercatat sebesar Rp230,12 triliun.

Pelemahan ini terjadi di tengah penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,82 persen ke level 6.318,50 dan indeks LQ45 yang merosot 0,65 persen ke posisi 630,67. Pergerakan IHSG berada di rentang 6.215,30 hingga 6.459,56 dengan 483 saham melemah, 208 saham menguat, serta 125 saham tidak bergerak pada nilai transaksi harian mencapai Rp22,4 trillion dan posisi dolar Amerika Serikat berkisar di Rp17.646.

Dari sektor sektoral bursa, pelemahan TPIA ini searah dengan merosotnya sektor saham basic sebesar 4,67 persen, diikuti sektor energi sebesar 2,65 persen, sektor transportasi 4,22 persen, dan beberapa sektor lainnya, sementara hanya sektor keuangan dan infrastruktur yang berhasil menguat masing-masing 1,21 persen dan 0,05 persen.

Meskipun sahamnya terkoreksi, perseroan sebenarnya menunjukkan performa keuangan yang positif pada periode awal tahun ini dengan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 286,36 persen menjadi USD 2,04 miliar hingga kuartal pertama 2026, berbanding USD 662,09 juta pada kuartal pertama tahun sebelumnya berdasarkan laporan keuangan bursa per 3 Mei 2026.

Kenaikan pendapatan tersebut diikuti oleh peningkatan beban penyusutan menjadi USD 81,69 juta, beban penjualan USD 19,73 juta, serta beban umum dan administrasi yang naik menjadi USD 43,71 jta. Namun, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak signifikan mencapai USD 146,13 juta pada kuartal pertama 2026, membalikkan kondisi rugi bersih sebesar USD 25,64 juta pada periode yang sama tahun lalu akibat dorongan keuntungan instrumen keuangan derivatif sebesar USD 52,06 juta dan keuntungan kurs senilai USD 8,91 juta.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed