IHSG Turun 0,25 Persen Didukung Penjualan Asing dan Pergerakan Saham Emiten

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pada Senin, 7 September 2026, dengan penurunan sebesar 0,25% ke level 6.619,67, dipengaruhi oleh aktivitas penjualan saham oleh investor asing dan pergerakan saham emiten utama di pasar Indonesia, dilansir dari Detik Finance.

Investor asing mencatat penjualan bersih sebesar Rp590,18 miliar di pasar reguler dan total penjualan bersih asing mencapai Rp678,54 miliar di seluruh pasar. Dari 11 sektor yang diperdagangkan, enam sektor berakhir melemah, termasuk sektor keuangan yang turun 0,76%, sementara sektor industri naik 1,25%.

Saham BUMI memimpin penguatan dengan kenaikan 4,76%, diikuti oleh IMPC dan AADI yang masing-masing naik 4%. Sebaliknya, saham SMMA menurun paling tajam sebesar 5,82%, sementara BBCA dan BBRI turun masing-masing 1,12% dan 0,59%.

IHSG juga dipengaruhi oleh penutupan pasar saham Amerika Serikat pada tanggal tersebut karena libur Labor Day, dengan perdagangan Wall Street dijadwalkan kembali dibuka pada 8 September 2026.

Indeks IDXHealthcare mengalami penguatan 0,82%, terlihat dari pergerakan saham MEDS, DKHH, KAEF, HALO, SOHO, dan IRRA. Namun, indeks MSCI Indonesia di pasar offshore terkoreksi 0,59%.

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) melaporkan prapenjualan sebesar Rp1,15 triliun hingga semester I 2026, setara dengan 55% dari target tahunan Rp2,08 triliun. Prapenjualan didorong oleh segmen industri, khususnya permintaan lahan untuk data center yang mencapai sekitar 64 hektare.

DMAS memiliki land bank seluas 581 hektare per 30 Juni 2026, terdiri dari 357 hektare komersial, 164 hektare residensial, dan 60 hektare industri. Karena permintaan lahan industri melebihi pasokan yang tersisa, DMAS mempertimbangkan konversi sebagian lahan komersial dan residensial untuk memenuhi kebutuhan industri data center.

PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) tengah menyiapkan ekspansi bisnis angkutan batu bara menggunakan kapal tongkang yang direncanakan mulai direalisasikan pada 2027. Pada semester I 2026, MPXL membukukan pendapatan Rp73,12 miliar, naik 28,80% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Segmen jasa ekspedisi menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp50,98 miliar, naik 54,50% secara tahunan. MPXL menyebut realisasi bisnis saat ini telah mencapai sekitar 85% dari target 2026, walaupun menghadapi tantangan pembatasan RKAB pada tambang di Sumatera Selatan dan Kalimantan.

Bank Mandiri (BMRI) akan membagikan dividen tunai interim sebesar Rp66 per saham untuk tahun buku 2026, dengan total dividen sekitar Rp6,16 triliun dari 93,33 miliar saham. Dividend payout ratio mencapai 20,26% dari laba bersih semester I 2026, dan dividen ini menghasilkan dividend yield sekitar 1,50% berdasarkan harga saham Rp4.390 pada 7 September 2026.

Cum date dividen untuk pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 15 September 2026, dengan pembayaran dividen dijadwalkan pada 2 Oktober 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed