PM Pedro Sanchez Bela Lamine Yamal Usai Dikecam Menteri Israel
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez membela pemain Barcelona Lamine Yamal setelah aksi sang pemain mengibarkan bendera Palestina dalam parade juara La Liga pada Senin, 11 Mei 2026, menuai kecaman keras dari pemerintah Israel.
Sanchez menyatakan rasa bangganya terhadap Yamal yang berani menunjukkan solidaritas di tengah kritik Menteri Pertahanan Israel Israel Katz yang menuduh remaja berusia 18 tahun tersebut melakukan penghasutan kebencian terhadap negaranya.
Kritik tajam bermula saat Yamal membawa bendera Palestina di atas bus terbuka saat merayakan gelar liga ke-29 Barcelona di depan 750.000 pendukung setelah mengalahkan Real Madrid 2-0.
"Saya berharap klub besar dan terhormat seperti Barcelona menjauhkan diri dari pernyataan ini dan memperjelas bahwa tidak ada tempat untuk hasutan atau dukungan terhadap terorisme," kata Katz di X dalam bahasa Spanyol.
Katz juga mengaitkan aksi Yamal dengan operasi militer yang sedang dilakukan tentara Israel terhadap kelompok Hamas di wilayah Gaza.
"Lamine Yamal memilih untuk menghasut kebencian terhadap Israel sementara tentara kita memerangi organisasi teroris Hamas, sebuah organisasi yang membantai, memperkosa, dan membakar anak-anak, perempuan, dan orang tua Yahudi pada 7 Oktober (2023)," tulis Israel Katz.
Menanggapi hal tersebut, PM Pedro Sanchez yang sebelumnya secara vokal menyebut konflik di Gaza sebagai genosida menilai bahwa pihak yang mengecam Yamal telah kehilangan akal sehat.
"Mereka yang berpikir bahwa mengibarkan bendera suatu negara adalah 'menghasut kebencian', mereka telah kehilangan akal sehat atau telah dibutakan oleh rasa malu mereka sendiri," tulis Pedro Sanchez di X.
Sanchez menambahkan bahwa tindakan bintang muda tersebut merupakan representasi dari perasaan jutaan warga Spanyol yang bersimpati terhadap kondisi kemanusiaan di Palestina.
"Lamine baru saja mengungkapkan solidaritas dengan Palestina yang dirasakan jutaan warga Spanyol. Alasan lain untuk bangga padanya," tambah Sanchez.
Pelatih Barcelona Hansi Flick mengonfirmasi telah berkomunikasi dengan Yamal dan memberikan kebebasan penuh kepada pemain yang baru saja menandatangani kontrak hingga 2031 tersebut untuk mengekspresikan sikap pribadinya.
"Topik ini biasanya tidak saya sukai. Saya berbicara dengannya dan mengatakan kepadanya: 'Jika kamu ingin melakukan itu, itu keputusanmu, kamu sudah cukup umur. Kamu berusia 18 tahun'," ujar Flick dikutip dari Metro UK.
Flick juga menekankan rasa bangganya terhadap performa tim yang tetap solid meski didera badai cedera sepanjang musim 2025/2026.
"Sangat mengharukan melihat air mata di mata orang-orang," tegas pelatih kelahiran Heiidelberg pada 24 Februari 1965.
Di sisi lain, Flick memuji peningkatan performa anak asuhnya di fase krusial musim ini yang berhasil mengunci gelar juara dengan catatan pertahanan terbaik di liga.
"Musim yang kami lalui sungguh luar biasa dan bagaimana kami telah meningkat dalam dua bulan terakhir, baik dalam serangan maupun pertahanan," tambah Flick.
Yamal, yang kini mengenakan nomor punggung 10 di Barcelona, sebelumnya juga sempat mengkritik aksi rasisme penggemar di Spanyol yang mengejek identitas agamanya sebagai seorang Muslim.
"Kemarin di stadion, terdengar nyanyian: 'Siapa pun yang tidak melompat adalah seorang Muslim'. Saya tahu itu ditujukan kepada tim lawan dan bukan sesuatu yang bersifat pribadi terhadap saya, tetapi sebagai seorang Muslim, ini tetap dianggap sebagai perilaku tidak sopan dan tidak dapat diterima," kata Yamal kala itu.
Yamal menegaskan bahwa rasisme dan penghinaan berdasarkan keyakinan tidak memiliki tempat dalam dunia olahraga profesional.
"Sepak bola diciptakan untuk dinikmati dan disorak-sorai, bukan untuk menghina orang karena siapa mereka atau apa yang mereka yakini," tegasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow