Sejarah Susu Kental Manis dan Kandungan Gizinya

Smallest Font
Largest Font

dilansir dari Detik Food, susu kental manis sudah menjadi bagian dari kehidupan keluarga di Indonesia selama hampir satu abad sejak diperkenalkan pertama kali pada tahun 1922 oleh Frisian Flag. Produk tersebut diwariskan dari generasi ke generasi sehingga membangun tingkat kepercayaan yang tinggi di tengah masyarakat. Inovasi olahan susu ini berawal dari abad ke-19 sebagai solusi mengatasi susu segar yang cepat basi.

Gail Borden menemukan metode mengurangi kandungan air melalui pemanasan bertekanan rendah serta mencampurkan gula untuk pengawet alami agar lebih tahan lama.

Kini, produksi susu kental manis Frisian Flag memanfaatkan bahan dasar susu sapi murni beserta teknologi modern. Sistem jaminan mutu diterapkan untuk memastikan keamanan pangan bagi konsumen.

Kandungan di dalam produk ini mencakup zat gizi makro seperti protein, lemak, serta karbohidrat. Selain itu, terdapat fortifikasi zat gizi mikro berupa vitamin dan mineral demi mendukung pemenuhan nutrisi harian.

Sejumlah mitos sempat beredar mengenai anggapan bahwa produk tersebut kurang bergizi atau hanya berfungsi sebagai pemanis. Faktanya, kandungan vitamin, mineral, serta gizi makro di dalamnya berperan sebagai sumber energi dalam menjalani aktivitas padat. Susu kental manis Frisian Flag aman dikonsumsi asalkan mengikuti saran penyajian yang tertera pada kemasan.

Konsumsi produk ini perlu diimbangi menu gizi seimbang serta kegiatan fisik secara teratur.

Satu kaleng produk tersebut dapat diolah menjadi sembilan gelas minuman bernutrisi bagi keluarga melalui takaran saji yang tepat.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed