Serangan Kilang Minyak dan Konflik Geopolitik Melonjakkan Margin BBM
Konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran serta gelombang serangan terhadap kilang minyak di Timur Tengah dan Rusia mendorong lonjakan margin keuntungan pengolahan bahan bakar ke tingkat tertinggi sepanjang sejarah pada akhir Juli 2026.
Gangguan kapasitas pengolahan tersebut membuat pasokan bensin, solar, dan avtur dunia semakin ketat. Kondisi ini menaikkan biaya energi serta menekan daya beli masyarakat di berbagai negara meski harga minyak mentah mulai turun dari puncaknya.
Perusahaan migas besar mencatatkan lonjakan laba signifikan dari situasi tersebut. Exxon Mobil membukukan laba bersih kuartal II-2026 sebesar 14,53 miliar dollar AS atau naik 105 persen secara tahunan, sementara Chevron meraup laba bersih 12,07 miliar dollar AS yang melonjak 385 persen.
Kepala Bidang Bahan Bakar Fosil Global Witness Patrick Galey menilai produsen minyak menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan dari gejolak geopolitik tersebut.
Kenaikan harga energi menstimulasi usulan dari anggota Partai Demokrat di Kongres Amerika Serikat untuk mengenakan pajak atas keuntungan tak terduga perusahaan minyak besar.
Senator Sheldon Whitehouse mengatakan keuntungan luar biasa tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan biaya hidup.
Di sektor pengolahan, data LSEG mencatat premi gasoil rendah sulfur Eropa terhadap minyak mentah menembus rekor 74,66 dollar AS per barel pada Kamis, 31 Juli 2026. Gangguan fasilitas terjadi setelah kilang Jizan di Arab Saudi berhentinya beroperasi akibat serangan Houthi pada 27 Juli 2026, diikuti pemadaman listrik di kilang Al-Zour Kuwait dan serangan nirawak Ukraina ke kilang Lukoil di Rusia.
Pasar memberikan sinyal bahwa kapasitas pengilangan kini menjadi persoalan yang sama pentingnya, bahkan mungkin lebih besar, dibandingkan kelangkaan minyak mentah, kata Pendiri Merritt Point Partners, Jeffrey Baird.
Di Amerika Serikat, margin pengolahan solar sempat menyentuh rekor 93,44 dollar AS per barel di tengah tingginya permintaan domestik dan ekspor.
Produsen kilang terbesar kedua di Amerika Serikat, Valero Energy, menilai industri pengolahan minyak kini memasuki fase baru dengan margin keuntungan yang secara struktural lebih tinggi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow