Sinyal Kebangkitan Arema FC Musim 2026/2027: IB Turun Gunung
Nama besar Arema FC belakangan mulai memudar. Terakhir kali tim berjuluk Singo Edan tersebut bersaing di papan atas adalah pada musim 2021/2022 saat mereka menempati posisi empat. Setelahnya, empat musim beruntun Arema tertatih-tatih hanya untuk bertahan di kasta tertinggi, hingga pada musim 2025/2026 Ahmad Alfarizi dan kawan-kawan harus puas finis di posisi sembilan.
Tak hanya penurunan prestasi, Arema juga ditinggalkan penonton setianya ketika bermain di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Rata-rata penonton yang datang pada musim lalu hanya sekitar dua ribu orang, sebuah angka yang membuat nama besar Singo Edan mulai dipertanyakan banyak pihak.
Namun, tanda-tanda kebangkitan mulai terlihat untuk musim ini. Sang bos, Iwan Budianto, memutuskan turun gunung. Pemilik saham mayoritas yang menjabat sebagai CEO Arema itu kembali terlihat aktif dalam perkenalan pemain baru Singo Edan. Bahkan di ajang pramusim Piala Presiden 2026, ia ikut mendampingi tim—suatu hal yang sudah lama tidak dilakukan IB sejak menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI pada 2019.
Usut punya usut, General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi, yang meminta langsung kepada IB untuk kembali membantu tim sejak awal musim ini. Keberadaan IB di tim Arema dinilai membawa dampak besar karena ia dikenal dekat dengan pelatih dan pemain. Ia tidak menempatkan diri sebagai bos, melainkan figur bapak yang memberikan kenyamanan. Musim ini, besar kemungkinan IB akan lebih sering mendampingi Arema di Super League dengan harapan tim bisa kembali bersaing di papan atas.
Kesempatan Kedua untuk Marcos Santos
Langkah manajemen mempertahankan kerangka tim serta tim kepelatihan menjadi fondasi utama. Pelatih Arema, Marcos Santos, mendapatkan kesempatan kedua meskipun tidak mencapai target masuk lima besar pada musim lalu. Manajemen memahami bahwa kendala musim lalu lebih banyak dipicu badai cedera, seperti yang dialami Luiz Gustavo, Pablo Oliveira, Walisson Maia, hingga pemain muda Achmad Maulana.
Musim ini, Marcos diberikan kebebasan untuk menambal celah dalam skuad. Pelatih asal Brasil tersebut mendatangkan bek asing Diego Landis untuk berduet dengan Walisson Maia, serta merekrut tiga pemain asing di lini depan: Marcos Vinicius, Raianderson Careca, dan Gustavo Henrique.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow