Skotlandia Hadapi Haiti pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional sepak bola Skotlandia bersiap menghadapi Haiti dalam pertandingan pembuka mereka di Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion Boston, Amerika Serikat, pada Minggu, 14 Juni 2026. Pertandingan ini menandai kembalinya Skotlandia ke turnamen akbar tersebut setelah absen selama 28 tahun.

Dilansir dari BBC, Manajer Skotlandia Steve Clarke dipastikan memiliki skuad penuh setelah gelandang Scott McTominay pulih dari masalah pencernaan. Skotlandia membawa modal positif berupa delapan gol dari laga uji coba melawan Bolivia dan Curaçao.

Haiti yang menjadi lawan Skotlandia menunjukkan performa bervariasi menjelang turnamen setelah menang empat gol tanpa balas atas Selandia Baru dan kalah tipis dari Peru. Kekuatan utama Haiti bertumpu pada lini serang yang diisi oleh Wilson Isidor dan Duckens Nazon.

Atmosfer pertandingan mulai terasa di wilayah Boston dengan terjual habisnya seluruh tiket kereta komuter menuju stadion. Otoritas transportasi MBTA menyatakan bahwa 20.000 kursi kereta ekspres telah habis dipesan oleh para penggemar yang memegang tiket pertandingan sejak Jumat malam.

Kemeriahan juga terlihat di acara nonton bareng yang dihadiri oleh tokoh masyarakat dan pendukung kedua tim di Menino Convention & Exhibition Center. Acara tersebut diisi dengan orasi kebudayaan serta penampilan musik khas Kompa dan Skotlandia.

"Tonight is about more [than] celebrating Haitian pride," ujar Melissa Sapini, Miss Universe Haiti.

Ia mengajak para pendukung untuk menghormati warisan budaya dan menunjukkan kekuatan komunitas mereka kepada dunia. Setelah itu, mantan perwakilan wilayah Marie St. Fleur juga naik ke atas panggung untuk memberikan apresiasi kepada tim nasional Haiti.

"They’re going to leave it all on the field at Boston Stadium this evening," kata Marie St. Fleur, mantan perwakilan wilayah.

Ia menyemangati para pendukung Haiti yang hadir sekaligus menyapa para penggemar Skotlandia di lokasi tersebut. Antusiasme tinggi tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa, tetapi juga oleh anak-anak yang ikut merayakan festival tersebut.

"We’re going to be on the news!" seru Kayla Saint-Cyr, Keilanj Saint-Cyr, dan Ava Paul, anak-anak asal Boston.

Ketiga anak tersebut menari sambil melambaikan kipas tangan bergambar bendera Haiti di area Fan Fest. Salah satu dari mereka mengungkapkan harapan polos agar seluruh tim yang bertanding bisa meraih kemenangan.

"I hope that all of the teams win and get a trophy and a medal," kata Kayla Saint-Cyr, anak berusia 7 tahun.

Di sisi lain, beberapa penggemar Skotlandia seperti Dazz Bartley dan Camy McPhee memilih untuk beristirahat di kedai Dunkin karena tingginya harga minuman di tempat lain. Mereka sempat mengomentari variasi menu yang tersedia di wilayah tersebut.

"The menu is not as extensive as it is in the UK," kata Dazz Bartley, penggemar Skotlandia.

Kondisi padat juga dilaporkan terjadi di pub lokal Dubliner di pusat kota Boston yang dipenuhi oleh perpaduan pendukung Skotlandia dan Brasil. Di lokasi tersebut, para pendukung saling berbaur dan berkenalan satu sama lain saat waktu istirahat babak pertama.

"Brazil is nervous," kata Hugo Santos, warga asal Rio de Janeiro.

Ia menyatakan bahwa lambang negara di jersi Brasil terasa sangat berat bagi para pemain. Rekannya yang juga berasal dari Brasil, Luis Martins, kemudian memberikan prediksi bahwa negaranya akan memenangkan pertandingan melawan Maroko dengan skor 3-1.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed