SpaceX Siapkan Starship Pensiunkan Roket Falcon 9 Secara Bertahap
Pengoperasian roket Falcon 9 milik SpaceX akan dihentikan secara bertahap begitu kendaraan peluncur generasi terbaru, Starship, beroperasi secara rutin. Seperti dilansir dari Detik iNET, SpaceX memproyeksikan pengalihan fokus produksi ke armada roket raksasa tersebut. Falcon 9 pertama kali lepas landas pada 2010 dan mencatatkan sejarah baru dalam industri penerbangan antariksa.
Hingga kini, pendorong tahap pertama roket orbital tersebut telah terbang hampir 700 kali serta berhasil mendarat kembali untuk digunakan ulang. Jumlah misi Falcon 9 diperkirakan melampaui roket Soyuz milik Rusia pada tahun depan. Meskipun demikian, CEO SpaceX Elon Musk mengonfirmasi bahwa masa dinas varian Falcon 9 maupun Falcon Heavy akan berakhir.
"Begitu Starship terbang dengan andal beberapa kali seminggu, masuk akal untuk mengalihkan sumber daya produksi ke Starship guna mendapatkan tingkat peluncuran hingga beberapa kali sehari," tulis Elon Musk.
Berdasarkan laporan industri, mayoritas penerbangan Falcon 9 kemungkinan dihentikan mulai 2028. Peluncuran yang tersisa bakal difokuskan untuk misi pengiriman astronot dan pasokan logistik ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) hingga setidaknya 2030. Jadwal pasti pensiunnya Falcon 9 bergantung penuh pada kecepatan pengembangan Starship. Berbeda dari pendahulunya yang menggunakan tahap atas sekali pakai, seluruh komponen pendorong Super Heavy dan tingkat atas Starship dirancang untuk dapat dipakai kembali secara utuh.
Ukuran fisik Starship juga jauh melebihi generasi terdahulu. Starship Versi 3 (V3) dirancang setinggi 124,4 meter, mengungguli Falcon 9 yang berukuran 70 meter. Kapasitas angkut Starship ke orbit rendah Bumi (LEO) diproyeksikan melebihi 100 ton. Angka ini meningkat signifikan dibanding daya angkut Falcon 9 sebesar 25 ton dan Falcon Heavy setinggi 63 ton.
Sejak 2023, lebih dari 300 penerbangan Falcon 9 difokuskan untuk menempatkan satelit Starlink di orbit. Namun, SpaceX telah merancang generasi satelit Starlink baru yang berukuran lebih besar khusus untuk meluncur bersama Starship. Pengoperasian Starship bakal memicu lonjakan frekuensi peluncuran secara eksponensial.
Sebagai perbandingan, Falcon 9 hanya meluncur 11 kali pada 2019 saat awal perakitan konstelasi Starlink, lalu meningkat drastis menjadi 165 misi pada 2025 dengan 122 penerbangan di antaranya membawa muatan Starlink. NASA juga mengontrak SpaceX untuk mengembangkan varian Starship sebagai kendaraan pendarat Bulan pada program Artemis. Armada ini dijadwalkan membawa astronot menapak di permukaan Bulan melalui misi Artemis IV pada 2028.
Keberhasilan rencana pensiun Falcon 9 kini bergantung pada uji coba Starship. Setelah menyelesaikan 13 penerbangan uji suborbital, roket raksasa ini bersiap melakukan percobaan peluncuran hingga mencapai orbit pada bulan depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow