Timnas Spanyol Hadapi Austria di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Tim nasional Spanyol bersiap menghadapi Austria dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung di SoFi Stadium, Los Angeles pada Kamis malam waktu setempat. Pertandingan ini menjadi pembuktian bagi skuad asuhan Luis de la Fuente yang sempat tampil kurang meyakinkan di fase grup setelah ditahan imbang Tanjung Verde tanpa gol, sebelum akhirnya bangkit menumpas Arab Saudi 4-0 dan menang tipis 1-0 atas Uruguay. Spanyol melaju sebagai juara Grup H dengan koleksi tujuh poin, sedangkan Austria menembus babak gugur pertama mereka sejak 1954 setelah menjadi runner-up Grup J dengan empat poin hasil dari kemenangan 3-1 atas Yordania, kalah 2-0 dari Argentina, dan imbang 3-3 melawan Aljazair.
Kondisi tim Matador sedikit pincang setelah laporan medis beIN SPORTS mengonfirmasi cedera otot adduktor kanan Nico Williams dan sprain acromioclavicular Yeremi Pino, sementara Victor Munoz masih diragukan tampil.
Pelatih Spanyol menegaskan bahwa anak asuhnya berada dalam jalur yang tepat untuk menghadapi fase krusial turnamen ini. "This squad is used to breaking records and overcoming rough patches; we are determined to keep moving forward," ujar Luis de la Fuente, pelatih Spanyol.
De la Fuente juga menyatakan bahwa dirinya melihat adanya peningkatan performa dari para pemainnya selama sesi latihan menjelang laga hidup mati ini. "What I am seeing this week is that the team is beginning to recognise" kata Luis de la Fuente.
Meskipun tekanan besar membayangi Spanyol akibat memori buruk kegagalan di edisi-edisi terdahulu pasca-juara tahun 2010, De la Fuente mengaku tidak terbebani oleh ekspektasi tinggi para suporter. "I love that it is demanded of us, because a lot is expected of us and what we have to do is respond to that expectation," tutur Luis de la Fuente. Di kubu lawan, pelatih Austria Ralf Rangnick menyadari bahwa timnya harus mengeluarkan kemampuan terbaik untuk meredam Spanyol yang belum terkalahkan dalam 34 pertandingan sejak Maret 2023.
"We all know that we need to do even better tomorrow. Against Spain this is obvious," ucap Ralf Rangnick, pelatih Austria.
Rangnick menambahkan bahwa armada Das Team wajib meningkatkan standar permainan mereka demi menciptakan kejutan besar. "We have to make one further step," kata Ralf Rangnick. Selain strategi kolektif, Rangnick secara khusus menyoroti talenta muda Spanyol, Lamine Yamal, yang sudah pulih dari cedera hamstring dan siap diturunkan sejak awal laga.
"Lamine Yamal is an excellent player, and he will be for the next 12, 13 or 14 years, maybe even longer," ujar Ralf Rangnick.
Mantan manajer Manchester United tersebut memprediksi masa depan cerah bagi Yamal asalkan sang pemain bisa menjaga kondisi fisik dan mentalnya dengan baik. "If he stays healthy and keeps a straight head on his shoulders, he can play a lot of matches," tutur Ralf Rangnick.
Rangnick menginstruksikan para pemain bertahan Austria untuk menutup ruang gerak Yamal agar tidak bebas melakukan penetrasi ke lini pertahanan. "He is one of the players we will watch very closely tomorrow, not to give him a lot of room or too many opportunities to start his dribbling actions," kata Ralf Rangnick.
Strategi pengawalan ketat ini diterapkan karena daya tarik permainan Yamal dinilai sangat berbahaya jika dibiarkan menguasai bola terlalu lama. "He is a player that all football fans, no matter where they are from, love to watch. But it is our task tomorrow to let him have the ball as little as possible," ucap Ralf Rangnick. Berdasarkan data statistik Al Jazeera, Spanyol mendominasi rekor pertemuan dengan tidak terkalahkan dalam lima laga terakhir melawan Austria, termasuk kemenangan telak 5-1 pada tahun 2009 yang sempat diwarnai debut David Alaba dari bangku cadangan.
Pemenang dari pertandingan sengit antara Spanyol dan Austria ini dijadwalkan akan bertemu dengan salah satu pemenang laga antara Portugal atau Kroasia di babak 16 besar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow