Spanyol Bersiap Hadapi Belgia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional Spanyol bersiap menghadapi tantangan besar dari Belgia dalam pertandingan babak perempat final Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Inglewood, California, pada hari Jumat waktu setempat.

Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi skuad asuhan Luis de la Fuente yang membawa rekor tidak terkalahkan dalam 35 pertandingan terakhir mereka. Di sisi lain, Belgia melangkah ke babak delapan besar dengan kepercayaan diri tinggi setelah menumbangkan tim Amerika Serikat dengan skor telak 4-1 di babak sebelumnya.

Penjaga gawang utama Belgia, Thibaut Courtois, memberikan pandangannya mengenai kekuatan lawan, khususnya penyerang muda Spanyol, Lamine Yamal, yang dinilai menjadi ancaman utama.

"Lamine adalah seorang bintang. Dia memiliki bakat yang luar biasa, sangat cepat, dan sangat sulit untuk dihentikan. Pendekatan yang ideal adalah tetap berada di dekatnya dan mencoba menciptakan situasi dua lawan satu kapan pun memungkinkan," ujar Thibaut Courtois, Kiper Timnas Belgia.

Kendati demikian, Courtois mengingatkan rekan-rekannya agar tidak hanya terpaku pada satu pemain saja mengingat kolektivitas tim Matador yang sangat merata.

"Kami tidak bisa hanya memikirkan Lamine karena Spanyol memiliki begitu banyak kekuatan. Jika Anda hanya mencoba menghentikan satu pemain, mereka akan melukai Anda di tempat lain," kata Thibaut Courtois, Kiper Timnas Belgia.

Mantan pemain Atletico Madrid tersebut juga tidak ragu menempatkan Spanyol sebagai salah satu kandidat terkuat untuk mengangkat trofi Piala Dunia edisi kali ini.

"Spanyol adalah favorit, itu jelas. Ketika Anda memenangkan Kejuaraan Eropa, Anda secara alami menjadi salah satu favorit. Bersama Argentina dan Prancis, saya pikir mereka termasuk di antara pesaing teratas sebelum turnamen, dan mereka membuktikannya," tutur Thibaut Courtois, Kiper Timnas Belgia.

Ketangguhan lini pertahanan Spanyol juga mendapat pujian khusus dari Courtois setelah kiper Unai Simon berhasil mencatatkan rekor tanpa kebobolan dalam 609 menit.

"Mereka bermain sangat baik, mengendalikan tempo pertandingan dengan tenang dan mereka masih belum kebobolan gol. Itu berbicara banyak tentang kepercayaan diri seluruh tim dan juga tentang Unai Simon," sebut Thibaut Courtois, Kiper Timnas Belgia.

Guna meredam dominasi tersebut, Belgia berencana memanfaatkan strategi garis pertahanan tinggi yang kerap diterapkan oleh para pemain Spanyol.

"Mereka bertahan sangat tinggi dan mencoba memulihkan bola dengan cepat. Kami harus menemukan ruang di belakang mereka karena gaya sepak bola kami berbeda," tambah Thibaut Courtois, Kiper Timnas Belgia.

Sementara itu, gelandang Spanyol Dani Olmo memberikan pembelaan terhadap rekan setimnya, Pedri, yang mendapatkan kritik setelah penampilannya melawan Portugal di babak 16 besar.

"Pedri adalah tontonan yang menarik untuk ditonton, dilatih, dan dimainkan," ucap Dani Olmo, Gelandang Timnas Spanyol.

Olmo menegaskan bahwa kehadiran gelandang Barcelona tersebut di atas lapangan selalu memberikan dampak positif yang masif bagi moral seluruh tim.

"Setiap kali saya melihatnya, dia spektakuler," lanjut Dani Olmo, Gelandang Timnas Spanyol.

Menurut Olmo, kemampuan mengolah bola yang dimiliki rekan senegaranya itu menjadikannya sosok yang tidak tergantikan di lini tengah.

"Dengan dan tanpa bola, memilikinya di lapangan, mengetahui Pedri bermain memberi Anda dorongan ekstra," jelas Dani Olmo, Gelandang Timnas Spanyol.

Olmo menyatakan dukungan penuh agar rekannya tersebut dapat segera kembali ke performa terbaiknya pada laga krusial mendatang.

"Dia adalah pemain yang harus kami miliki dan butuhkan di lapangan; dia sangat diperlukan bagi kami," tegas Dani Olmo, Gelandang Timnas Spanyol.

Menghadapi babak perempat final ini, fokus utama armada La Roja sepenuhnya tercurah pada taktik meredam agresivitas Setan Merah.

"Kami hanya memikirkan Belgia; ini adalah perempat final Piala Dunia, dan itu adalah prioritas," tutur Dani Olmo, Gelandang Timnas Spanyol.

Ia menolak berspekulasi mengenai potensi laga semifinal melawan Prancis atau Maroko sebelum menyelesaikan tugas di depan mata.

"Perempat final datang sebelum semifinal," sambung Dani Olmo, Gelandang Timnas Spanyol.

Olmo pun mewaspadai kekuatan penuh yang dimiliki oleh calon lawan mereka yang diperkuat oleh penjaga gawang papan atas dunia.

"Belgia adalah tim yang sangat lengkap; mereka memiliki penjaga gawang terbaik di dunia dan sangat tangguh. Mereka memiliki pemain-pemain luar biasa yang harus kami waspadai dengan sangat hati-hati," kata Dani Olmo, Gelandang Timnas Spanyol.

Di kubu kepelatihan, Luis de la Fuente mengungkapkan hubungan emosionalnya yang kuat dengan pencetak gol kemenangan laga lalu, Mikel Merino.

"Saya memiliki kasih sayang yang besar untuk semua pemain, tetapi dengan Mikel Merino ada sesuatu yang istimewa karena kami sudah saling kenal sejak lama," ujar Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

De la Fuente bahkan menegaskan komitmennya untuk selalu mempercayai kapasitas gelandang asal klub Arsenal tersebut dalam kondisi apa pun.

"Jika perlu, saya akan menjemputnya di rumahnya. Dia kelas dunia," puji Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Mikel Merino sendiri mengaku sangat bersyukur bisa tampil di turnamen ini setelah sempat mengalami cedera patah tulang yang hampir mengubur impiannya.

"Hidup memiliki pasang surut, masa-masa baik dan buruk," ungkap Mikel Merino, Gelandang Timnas Spanyol.

Baginya, kesempatan mengenakan seragam tim nasional di ajang tertinggi sepak bola dunia merupakan sebuah keajaiban yang nyata.

"Ketika mereka memberi tahu saya tentang cedera itu, saya pikir saya tidak akan berada di Piala Dunia dan di sinilah kita. ... Fakta berada di sini beberapa bulan yang lalu tidak terpikirkan," kata Mikel Merino, Gelandang Timnas Spanyol.

Di sisi seberang, kapten timnas Belgia Youri Tielemans mengapresiasi kedalaman skuad timnya yang mampu tampil solid meski harus kehilangan Amadou Onana akibat cedera lutut parah.

"Saya pikir semua pemain yang dipilih oleh pelatih melakukan pekerjaan dengan baik dan itu menunjukkan kekuatan skuad kami," puji Youri Tielemans, Kapten Timnas Belgia.

Tielemans optimistis timnya mampu mengimbangi permainan disiplin Spanyol asalkan mampu mempertahankan konsistensi performa.

"Kami ingin terus tampil baik dan memenangkan pertandingan berikutnya juga, tetapi kami tahu Spanyol akan sangat sulit dikalahkan," lanjut Youri Tielemans, Kapten Timnas Belgia.

Ia juga menceritakan pengalamannya mengemban peran baru untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Kevin De Bruyne.

"Itu adalah peran yang berbeda bagi saya," aku Youri Tielemans, Kapten Timnas Belgia.

Posisi yang lebih menyerang tersebut dinilainya memberikan keleluasaan lebih untuk memimpin rekan-rekannya di lapangan pertandingan.

"Saya berada lebih tinggi di lapangan, yang sangat cocok untuk saya. Saya mencoba menjadi pemain terbaik yang saya bisa di setiap posisi yang saya butuhkan untuk bermain demi membantu tim dan memimpin kami di luar sana," jelas Youri Tielemans, Kapten Timnas Belgia.

Menutup persiapan tim, pelatih Luis de la Fuente meyakini bahwa kualitas kolektif yang dimiliki anak asuhnya akan membuat tim lawan merasa gentar.

"Kami memiliki banyak kualitas yang akan membuat lawan kami berpikir bahwa kami adalah tim yang harus dikalahkan," klaim Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

De la Fuente memastikan seluruh pemain siap memberikan kemampuan terbaik demi mengamankan satu tiket menuju babak semifinal.

"Kami memiliki banyak kepercayaan pada diri kami sendiri, kami sangat yakin dengan diri kami sendiri, dan kami akan memberikan yang terbaik hingga saat-saat terakhir. Lawan kami harus mengalahkan kami," pungkas Luis de la Fuente, Pelatih Timnas Spanyol.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed