Kemenangan Atas Prancis Antar Spanyol Rebut Puncak Ranking FIFA
Tim nasional Spanyol berhasil merebut posisi puncak ranking FIFA dari Prancis setelah memenangkan laga semifinal Piala Dunia 2026 dengan skor 2-0 di Stadion Dallas, Texas, pada Rabu (15/7/2026) dini hari WIB. Kemenangan meyakinkan skuad asuhan Luis de la Fuente tersebut ditentukan lewat gol penalti Mikel Oyarzabal pada menit ke-22 dan tembakan Pedro Porro pada menit ke-58. Hasil pertandingan ini memberikan tambahan poin signifikan sebesar +30,82 untuk La Furia Roja, sehingga total perolehan poin mereka kini mencapai 1.965,61 angka.
Sebaliknya, Prancis yang sebelumnya menguasai takhta tertinggi harus rela turun takhta dan kini tertinggal selisih 16,64 poin di belakang Spanyol.
Selain mengamankan tiket final Piala Dunia kedua sepanjang sejarah mereka, Spanyol juga sukses menyamai rekor luar biasa milik Italia dengan catatan 37 pertandingan internasional beruntun tanpa kekalahan. Spanyol juga mencatatkan sejarah baru sebagai tim pertama yang berhasil membukukan enam kali clean sheet dalam satu edisi putaran final Piala Dunia.
Mantan juara Liga Inggris, Chris Sutton, yang bertugas untuk BBC Radio 5 Live memberikan analisisnya mengenai performa dominan skuad Matador. "Spain scalped France - they flattened France," ujar Chris Sutton.
Sutton menilai tim asuhan Didier Deschamps yang sebelumnya sangat diunggulkan justru berhasil diredam sepenuhnya oleh kolektivitas permainan lawan. "We have given France so much praise in this tournament, but they were swatted aside by silky Spain. In the main, Spain have outfought and outplayed this French team," kata Chris Sutton. Mantan kapten Manchester United, Roy Keane, turut menyoroti kelemahan taktis Prancis yang tampil tanpa koordinasi tim yang solid selama laga semifinal tersebut.
"France were not playing as a team. Brilliant individuals not playing as a team," ujar Roy Keane.
Sebaliknya, Keane melayangkan pujian tinggi terhadap konsistensi performa kolektif yang ditunjukkan oleh kubu lawan sepanjang jalannya pertandingan. "Spain have been absolutely brilliant - an absolute joy to watch," ucap Roy Keane. Mantan pemain belakang tim nasional Prancis, Gael Clichy, memberikan pandangan bahwa meski skuad Spanyol kali ini bukan yang terbaik secara materi pemain, mereka sangat superior di lapangan.
"It's not an amazing Spanish side - we've seen better," kata Gael Clichy.
Clichy menambahkan bahwa kendali permainan sepenuhnya dipegang oleh Spanyol yang mampu mengeksekusi strategi mereka dengan sangat rapi. "But the best team won. All the phases were controlled by Spain - we are used to what Spain are doing but they're doing it so well," tutur Gael Clichy.
Legenda sepak bola Prancis, Patrick Vieira, juga mengakui dominasi total tim Matador dalam meredam agresivitas para pemain kunci Les Bleus seperti Michael Olise. "Collectively it was a fantastic game from Spain," kata Patrick Vieira.
Mantan gelandang Arsenal tersebut memuji keunggulan taktik de la Fuente yang membuat tim asuhannya mendominasi setiap lini permainan. "They stopped Olise playing - they won the game tactically," ujar Patrick Vieira. Rekan setim Vieira dahulu di Arsenal, Ian Wright, menyatakan keterkejutannya atas kemudahan Spanyol dalam memecah kebuntuan dan mengendalikan laga.
"It was structure over individuality. I am just shocked it has happened that easily," kata Ian Wright.
Pakar sepak bola Spanyol, Guillem Balague, menyarankan agar performa kolektif Spanyol ini dijadikan sebagai materi pembelajaran taktis di sekolah-sekolah sepak bola dunia. "What we have seen is a brilliant collective display. They had control of absolutely everything - it should be in all football schools," kata Guillem Balague. Dalam sesi konferensi pers usai pertandingan, pelatih kepala Spanyol, Luis de la Fuente, menegaskan bahwa pencapaian luar biasa anak asuhnya merupakan buah dari kerja keras dan pengorbanan panjang.
"It's not an amazing Spanish side - we've seen better," kata Luis de la Fuente.
De la Fuente juga menyebutkan bahwa keharmonisan tim sangat terlihat dari sikap para pemain cadangan yang tetap berkomitmen tinggi melakukan latihan fisik seusai laga selesai. "We've recaptured the spirit of 2010," ujar Luis de la Fuente.
Pelatih berusia 65 tahun tersebut meyakini bahwa seluruh proses persiapan yang telah dirancang sejak lama kini telah berjalan di jalur yang tepat menuju partai puncak. "The character of this team is evident in the fact that those who didn't play have stayed behind to train after the match," kata Luis de la Fuente.
Pihak federasi sepak bola Spanyol mengonfirmasi bahwa setelah pertandingan selesai, de la Fuente langsung menerima panggilan telepon ucapan selamat dari Raja Spanyol, Felipe VI. "This is a process and it was all planned for us to reach this moment in as great shape as possible," tutur Luis de la Fuente. Spanyol kini bersiap menghadapi laga final Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung hari Minggu, menanti pemenang duel semifinal lainnya antara Argentina dan Inggris yang baru akan digelar di Atlanta.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow