Starbucks PHK 300 Karyawan Korporat demi Efisiensi Biaya

Smallest Font
Largest Font

Perusahaan kopi global Starbucks mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap 300 karyawan korporat di Amerika Serikat pada Jumat, 15 Mei 2026. Langkah pengurangan pekerja non-ritel ini diambil sebagai bagian dari strategi pemulihan organisasi demi mengembalikan pertumbuhan keuntungan perusahaan yang berkelanjutan.

Restrukturisasi ini juga mencakup rencana penutupan beberapa kantor dukungan regional yang diperkirakan memicu biaya keseluruhan mencapai 400 juta dolar AS. Manajemen merinci beban non-tunai terkait penurunan nilai aset jangka panjang sebesar 280 juta dolar AS, sedangkan biaya tunai untuk pesangon diproyeksikan menyentuh angka 120 juta dolar AS.

Pengurangan staf ini menjadi gelombang pemutusan hubungan kerja ketiga sejak Brian Niccol menjabat sebagai CEO, setelah sebelumnya ia mengeliminasi 1.100 pekerjaan pada Februari 2025 dan 900 posisi non-ritel tujuh bulan kemudian.

"We are taking further action under the Back to Starbucks strategy, building on our strong business momentum and working to return the company to durable, profitable growth," kata juru bicara Starbucks dalam sebuah pernyataan kepada CNBC.

Pihak manajemen menambahkan bahwa para pemimpin divisi telah mengevaluasi fungsi kerja masing-masing secara ketat untuk menekan kompleksitas operasional.

"Leaders have taken a hard look at their respective functions to further sharpen focus, prioritize work, reduce complexity, and lower costs," tutur juru bicara Starbucks.

Evaluasi internal ini berjalan beriringan dengan perbaikan kinerja operasional, termasuk penggantian posisi pimpinan teknologi (CTO) sejak akhir 2025 dan pemangkasan 61 pekerja divisi teknologi di kantor pusat Seattle yang dijadwalkan bertahap mulai 20 Juni hingga 28 Agustus 2026.

"Strategi 'Kembali ke Starbucks' adalah langkah utama dari upaya pemulihan perusahaan, dan hal ini membuahkan hasil. Pekerjaan kami berjalan lebih cepat dari target yang ditentukan," kata Niccol, dilansir Business Insider.

Meskipun jumlah pekerja teknologi berkurang untuk beralih ke sistem otomatisasi dan kecerdasan buatan, perbaikan strategi di bawah arahan Niccol mengantarkan pertumbuhan penjualan toko domestik yang melonjak 7,1 persen pada kuartal terakhir.

"This quarter marked a milestone for Starbucks – and the turn in our turnaround," ujar CEO Starbucks Brian Niccol dalam sebuah video menyusul laporan hasil keuangan kuartal kedua fiskal pada bulan April.

Pihak manajemen melalui perwakilan resmi perusahaan menegaskan bahwa kebijakan penghematan ini dilakukan demi menjaga stabilitas ekspansi korporasi.

"We terus menanamkan modal pada bagian yang paling penting untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang," jelas perwakilan resmi perusahaan.

Tren perampingan korporasi ini merefleksikan situasi pasar kerja global yang dilaporkan oleh AOL, di mana Amazon mengonfirmasi rencana eliminasi 16.000 pekerjaan korporat dan Disney memangkas 1.000 posisi pada April 2026.

"There are definitely still full-time jobs available," kata Chief People Officer Credit Karma Colleen McCreary kepada Parade.

McCreary menjelaskan bahwa lowongan pekerjaan penuh waktu masih tersedia di beberapa wilayah geografis, terutama pada sektor yang tengah berkembang pesat seperti jasa pengiriman makanan, teknologi pendukung kerja jarak jauh, ruang relaksasi virtual, hingga hiburan online.

"I think it really depends on geography. While many companies are struggling, depending on their industry right now, there are other companies that are thriving, such as food delivery companies and all the operations that have to do with that. There are a number of technology companies that support remote workers. You also have companies that are in the virtual relaxation and mindfulness space, as well as online entertainment. All of those kinds of things have taken off and are doing quite well," pungkas Colleen McCreary.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed