Suporter PSV Eindhoven Kritik Lini Pertahanan Usai Imbang Lawan Villarreal
Suporter PSV Eindhoven mengkritik keras rapuhnya lini pertahanan tim setelah bermain imbang tanpa gol melawan Villarreal dalam laga uji coba pada Sabtu (25/7/2026). Pertandingan persahabatan ini dilaporkan sepi peminat di lini masa pencarian Indonesia.
Dilansir dari Publika.id, klub asal Belanda tersebut sebenarnya sempat mengawali laga dengan baik melalui sejumlah peluang dari Alassane Pléa, Dennis Man, dan Tygo Land. Namun, Villarreal segera mengambil alih kendali permainan setelahnya.
Mantan penyerang Ajax, Georges Mikautadze, berulang kali menebar ancaman ke gawang PSV yang dikawal oleh Matej Kovar. Kerentanan lini belakang ini memicu kekhawatiran besar, terutama terkait performa bek tengah Ryan Flamingo yang dibeli dari FC Utrecht seharga sembilan juta euro.
Kekecewaan para pendukung langsung membanjiri media sosial setelah melihat rapuhnya koordinasi di lini belakang sepanjang babak pertama berlangsung.
"Masalah utama musim lalu masih jauh dari kata teratasi. Secara posisi, Flamingo, seperti yang sering terjadi, tampil buruk," kata salah satu suporter PSV Eindhoven.
Kesalahan fatal yang kerap dilakukan Flamingo dinilai sangat membahayakan area pertahanan. Performanya yang tidak stabil memicu perbandingan negatif dengan mantan pemain PSV lainnya.
"Flamingo tidak bisa menjadi pemain inti, itu benar-benar disayangkan. Dia terlalu sering membuat kesalahan dan memberikan efek yang sama seperti André Ramalho," kata suporter PSV lainnya.
Kinerja pemain pertahanan tersebut dinilai tidak mengalami peningkatan yang signifikan sejak musim kompetisi sebelumnya.
"Musim lalu sudah jelas bahwa Flamingo tidak punya banyak tempat di PSV," kata suporter PSV Eindhoven.
Sorotan terhadap Flamingo semakin tajam setelah dirinya melakukan kekeliruan sesaat sebelum turun minum. Kesalahan tersebut membuat penyerang Villarreal, Ayoze Pérez, tinggal berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang.
"Peluang kesepuluh pun, setelah kesalahan Ryan Flamingo, juga tidak dimanfaatkan," kata seorang fans PSV.
Melihat kondisi tersebut, sejumlah pendukung mendesak pelatih Peter Bosz untuk segera mengambil tindakan tegas terkait komposisi pemain belakang tim utama.
"Flamingo harus ke bangku cadangan. Beri saja kesempatan kepada pemain dari Jong PSV, karena rasanya tidak mungkin jauh lebih buruk," kata pendukung PSV.
Selain Flamingo, bek kanan Kiliann Sildillia juga tidak luput dari sasaran kemarahan para penggemar yang mempertanyakan kebijakan transfer klub.
"Saya tidak mengerti mengapa PSV membeli Sildillia," kata suporter PSV.
Manajemen klub dinilai lambat dalam mendatangkan bek berkualitas untuk mengatasi krisis lini belakang setelah cedera yang dialami Jerdy Schouten. Pihak suporter menuduh Earnest Stewart sengaja menunda pergerakan hingga pasar transfer menjadi cair.
Di sisi lain, jalannya pertandingan ini ternyata tidak memicu antusiasme yang tinggi di kalangan masyarakat Indonesia. Berdasarkan laporan Bernas.id, tidak ada data resmi terkait laga ini yang masuk dalam daftar tren pencarian internet nasional.
"Pencarian terkait PSV vs Villarreal tidak muncul dalam data tren nasional. Perhatian publik justru tertuju pada Swiss Super League dan Real Sociedad," tulis laporan Bernas.id.
Ketidakhadiran laga PSV kontra Villarreal dalam tren nasional Indonesia mengindikasikan bahwa perhatian publik sepak bola domestik saat itu lebih tersebar pada subjek lain. Beberapa topik yang mendominasi pencarian antara lain Swiss Super League, Real Sociedad, Hotel Mumbai, hingga laga Liverpool melawan Sunderland.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow